Suara.com - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp. PD-KHOM secara tegas mendukung penunjukkan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) yang baru.
Padahal di masyarakat, latar belakang Budi sebagai lulusan Fisika Nuklir ITB dan bukan pendidikan medis tengah menjadi perdebatan.
Hal tersebut menuai tanggapan Prof. Zubairi. Ia sendiri mengakui tidak masalah dengan latar belakang Budi Sadikin di luar dunia medis.
"Mau latar belakangnya itu fisika nuklir, kesmas, dokter, epidemiolog atau apa, asal kemampuan manajerialnya bagus dan tahu persis persoalan di lapangan, ya tidak masalah. Apakah saya kecewa menkes saat ini bukan dari kalangan dokter? Saya sama sekali tidak kecewa," tulisnya melalui cuitan di twitter @ProfesorZubairi, dikutip suara.com Rabu (23/12/2020).
Profesor Penyakit Dalam di Universitas Indonesia ini mengungkap Menkes Budi Sadikin bukan satu-satunya Menteri Kesehatan di dunia yang tidak memiliki pendidikan medis.
Lebih lanjut kata dia, latar belakang medis juga bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan mengelola kesehatan masyarakat suatu negara. "Setahu saya, beberapa menteri kesehatan negara lain, seperti Singapura dan Thailand, bukan berlatar belakang dokter. Tapi so far so good," ungkap Prof. Zubairi.
Dibanding memperdebatkan latar belakang seorang menteri, Profesor yang berpraktik di RS Kramat 128 Jakarta Pusat ini lebih menanti gebrakkan yang akan dibuat menteri yang baru ditunjuk Presiden Joko Widodo ini pada Selasa (22/12/2020) ini.
"Saya tunggu gebrakan menkes baru ini. Kalau perlu, ganti kebijakan menteri sebelumnya (atas dasar data) data lapangan yang bernas dan sahih," katanya.
"Poin besarnya, kebijakan menkes baru ini kan tak hanya untuk saya, tapi untuk penyintas kanker, lupus, HIV/AIDS, Covid-19 dan masalah kesehatan lain seluruh rakyat Indonesia. Semoga dia cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan memutuskan kebijakan yang tepat," sambungnya.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Panen Cibiran, Faisal Basri Urai Setitik Harapan
Terakhir, sebelum mengucapkan selamat bekerja, Prof. Zubairi, tenaga medis dan seluruh masyarakat Indonesia memiliki harapan besar di pundak Menkes Budi, khususnya mampu menangani pandemi Covid-19.
"Tantangan untuknya lumayan berat karena masalah kesehatan di Indonesia banyak banget, wabil khusus Covid-19. Semoga dia punya visi misi yang baik dan program yang jelas. Selamat bekerja Pak Menteri," tutup Prof. Zubairi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI