Suara.com - Taqy Malik mengatakan ia dan sang istri, Serell Nadirah, akan saling berusaha terbuka agar rumah tangga mereka selalu harmonis.
"Saya pribadi bersama istri benar-benar, sama-sama terbuka dari awal. Saya bilang kalau mau rumah tangga kita harmonis harus terbuka," kata Taqy Malik, saat ditemui di kawasan Tomang, Jakarta Barat, baru-baru ini.
Lelaki 23 tahun juga menerapkan aturan lain dalam rumah tangganya agar tetap harmonis, yaitu dengan saling meminta maaf apabila mereka berdua mendapati ada perselisihan atau perbedaan pendapat.
Ahli mengatakan bahwa komunikasi, yang dalam hal ini juga saling terbuka, merupakan hal terpenting dalam hubungan yang baik. Inilah alasannya mengapa sangat menganggu ketika pasangan tertutup.
Menurut Marriage Today, setiap penyebab stres dalam pernikahan, seperti masalah anak, uang, seks, dapat ditangani dengan komunikasi yang jujur dan terbuka.
Sebuah penelitian menunjukkan 86% pasangan yang bercerai mengaku mereka memiliki masalah komunikasi dalam pernikahannya.
Ada enam jenis komunikasi dalam pernikahan. Berawal dari interaksi sederhana dan secara bertahap emnjadi lebih akrab.
1. Informasi dasar
Ini adalah cara sehari-hari suami dan istri menyampaikan detil satu sama lain, seperti "makanan sudah siap", atau, "orang tuaku perli berlibur hari ini". Meski jelas ini bukan percakapan yang begitu penting, tapi tetap saja ini adalah fakta.
Baca Juga: Kesetrum saat Pasang Tenda Pernikahan, Pemuda di Payakumbuh Kritis
2. Kemitraan
Suami dan istri adalah pasangan. Mereka berbagi kebutuhan, tanggung jawab, baik anak-anak, keuangan, dan lainnya.
Mengomunikasikan tentang tindakan bersama ini sangat penting. Ini termasuk membicarakan masalah uang atau mengasuh anak. Kemitraan adalah inti dari pernikahan yang sehat.
3. Resolusi konflik
Tujuan pernikahan bukanlah untuk menghindari pertengkaran, tetapi untuk menyelesaikan konfik. Selama konflik tersebut diselesaikan dengan adil, baik, saling mendengarkan, saling pengertian.
Sebagian besar orang yang bercerai cenderung menghindarinya, yang sebenarnya konflik pasti ada dalam sebuah pernikahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?