Suara.com - Semua orang pasti pernah mengalami mata kedutan, terutama ketika bekerja atau sedang menonton televisi. Hal ini bukan masalah besar, tetapi cukup mengganggu aktivitas.
Dalam banyak kasus, kedutan bisa memengaruhi penglihatan dan menyebabkan ketidaknyamanan luar biasa.
Secara medis, mata kedutan disebut sebagai myokymia. Mata kedutan ini bisa dipicu oleh berbagai alasan, yang paling umum adalah stres dan kelelahan.
Namun dilansir dari Times of India, ada satu hal lagi yang bisa menyebabkan terjadinya mata kedutan secara sporadis, yaitu kekurangan vitamin B12.
Tubuh selalu membutuhkan berbagai jenis vitamin dan mineral untuk menjalankan fungsinya. Kekurangan salah satu nutrisi bisa mengganggu fungsi normal tubuh, yang menyebabkan masalah kesehatan.
Vitamin B12 adalah vitamin yang larut dalam air dan bissa disimpan di hati selama bertahun-tahun. Kekurangan nutrisi ini sangat umum di antara orang-orang yang mengikuti diet vegetarian.
Karena, vitamin B12 hanya tersedia dalam makanan hewani (daging dan produk susu) atau ekstrak ragi. Vitamin B sangat dibutuhkan untuk kesehatan jaringan saraf, fungsi otak dan produksi sel darah merah.
Kekurangan nutrisi ini juga bisa menyebabkan gejala neurologis yang tidak bisa disembuhkan. Mata juga mengandung banyak saraf, sehingga tubuh mulai bergerak-gerak ketika kekurangan vitamin B12.
Selain kekurangan vitamin B12, ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh juga bisa menyebabkan otot berkedut dan kejang. Elektrolit adalah mineral bermuatan listrik yang ada dalam darah, urine, dan cairan tubuh.
Baca Juga: Mutasi Virus Corona Covid-19, Ahli Sebut Gejalanya Bisa Muncul Lebih Cepat
Elektrolit bertanggung jawab untuk mengendalikan aksi otot, termasuk otot mata. Jadi, ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh bisa menyebabkan otot berkedut dan kejang.
Elektrolit termasuk natrium, kalium, magnesium, kalsium, klorin, dan fosfat. Vitamin D yang larut dalam lemak juga secara tidak langsung bisa menyebabkan masalah ini.
Vitamin D yang diperoleh dari sinar matahari dibutuhkan untuk penyerapan kalsium dalam tubuh. Jumlah vitamin D yang rendah bisa membuat tulang lemah dan menyebabkan kontraksi otot serta mata kedutan.
mata kedutan ini biasanya bersifat sementara dan hilang dengan sendirinya. Kedutan bisa bertahan lebih lama karena beberapa kondisi kesehatan, seperti kekurangan nutrisi.
Jika mata kedutan berlanjut selama 2-3 hari atau seminggu, lebih baik mencari bantuan medis. Dokter mungkin merekomendasikan Anda menjalani tes darah untuk mencari tahu penyebabnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?