Suara.com - Libur Natal dan akhir tahun sudah didepan mata. Namun, liburan kali ini berbeda karena situasi pandemi Covid-19 membuat setiap orang akan berpikir berkali-kali untuk mempertimbangkan apakah berlibur atau di rumah saja.
Idealnya, saat pandemi kala liburan, lebih aman jika tetap di rumah saja ketimbang berada di ruang publik yang rawan keramaian. Hal itu karena berpotensi terjadi penularan virus Covid-19. Tetapi, jika tetap memaksakan untuk liburan maka harus memperhatikan keselamatan.
“Sebaiknya semua kalangan usia berlibur di rumah saja. Terlebih mereka yang rawan tertular virus covid-19, yaitu anak-anak, ibu hamil, lansia,” ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Rose Vita Sari, M. Biomed, Sp. PD dalam keterangannya kepada Suara.com, Rabu (23/12/2020).
Selain itu, menurut dia, terkhusus juga untuk orang-orang dengan riwayat penyakit (komorbid), seperti diabetes melitus, autoimun seperti lupus/SLE, penyakit ginjal, penyakit jantung, hipertensi, tuberculosis, asma, tumor/kanker/keganasan.
dr.Rose juga menyarankan agar mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain, pilih tujuan wisata yang tidak termasuk dalam zona merah dan gunakan mobil pribadi. Jika menggunakan kendaraan umum, pastikan pemesanan tiket dilakukan secara online guna menghindari antrian panjang.
“Untuk memilih tempat menginap pastikan yang telah menerapkan prinsip CHSE, yaitu Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability,” jelasnya.
Dia menyarankan jangan lupa patuhi protokol kesehatan selama perjalanan dengan menggunakan masker dan face shield, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan serta selalu membawa hand sanitizer.
Sementara, dari segi kesehatan, dr. Rose meminta masyarakat agar memperhatikan daya tahan tubuhnya dengan cara mengonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin B, C, D, E, dan Zinc. Demikian juga soal asupan, jangan sampai karena berlibur lupa pada pentingnya nutrisi dan kebersihan makanan.
Dia menuturkan liburan ke tempat wisata memang menarik tetapi sebaiknya tetap liburan dengan stay at home, karena tetap bisa menyenangkan. Aktivitas yang bisa dilakukan seperti merawat tanaman, berkebun hidroponik, bermain bersama keluarga, piknik di halaman, memelihara ikan, hingga mencoba resep masakan baru.
Baca Juga: Pikiran Stres saat Liburan selama Pandemi Covid-19? Ini Saran Psikolog!
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS