Suara.com - Penyanyi Fiersa Besari menyatakan bahwa istrinya yang tengah hamil, Aqia Nurfadla positif terinfeksi virus corona Covid-19. Hal tersebut dinyatakan oleh Fiersa melalui akun Twitternya Jumat (25/12/2020).
"Setelahnya, Aqia sempat demam. Karena curiga, kami pun melakukan swab test. Dan benar, Aqia positif, sementara saya negatif," cuit Fiersa.
"Yang bikin rumit adalah Aqia sedang hamil. Kontrol kandungan terpaksa dibatalkan. Mau konsul ke RS perihal covid dan dampaknya terhadap janin (kami mencoba ke tiga RS), belum bisa menerima (kemungkinan karena full). Mau minum obat, enggak bisa sembarangan, karena ada dede bayi," tulisnya.
Menurut Ahli kandungan dari Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH, bukti terbaru menunjukkan kemungkinan virus dapat ditularkan secara vertikal dari ibu ke anak yang dikandung, meskipun proporsi kehamilan yang terpengaruh dan signifikansi pada bayi belum dapat ditentukan.
Sementara pada studi lain menunjukkan bahwa pengaruh virus corona terhadap janin bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur. Kondisi ini bukan semata-mata terjadi akibat virus, namun bisa disebabkan oleh dampak turunannya seperti penundaan kontrol dan lain sebagainya.
“Adanya risiko tersebut di atas mengharuskan pelayanan antenatal dan postnatal dilakukan dengan cermat. Ibu hamil harus tetap dimotivasi untuk tetap memantau kehamilannya selama pandemi Covid-19 dengan tetap memperhatikan social distancing,” ujar Budi dalam pernyataannya pada acara webinar 'Dies Natalis FKUI 2021: Karsa dan Cita Untuk Indonesia', Senin (14/12/2020).
”Pemeriksaan kehamilan tetap harus dilakukan pada ibu hamil berisiko tinggi, seperti ibu hamil dengan riwayat hipertensi, diabetes melitus, atau pertumbuhan janin terhambat. Termasuk pada trimester ketiga (usia kehamilan 37 minggu ke atas),” imbuhnya.
Kondisi ibu hamil yang positif Covid-19 akan lebih mengkhawatirkan bika mengalami gejala sesak napas. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) juga mencatat perempuan hamil yang terinfeksi virus corona (selain Sars-CoV-2) memiliki peluang lebih besar dalam mendapatkan hasil lebih buruk daripada yang tidak terinfeksi.
Hasil buruk yang dimaksud dapat berupa keguguran, kelahiran prematur, lahir mati dan mengalami infeksi yang lebih parah. Selain itu, demam tinggi pada trimester pertama kehamilan, terlepas dari penyebabnya, dapat menyebabkan cacat lahir. Dalam hal ini Covid-19 umumnya bisa memicu demam.
Baca Juga: Indonesia Pulangkan 20.000 Lebih WNI Selama Pandemi dari 62 Negara
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya