Suara.com - Demi Lovato selama ini sangat terbuka dengan kondisi kesehatannya, terutama masalah pemulihan gangguan makan yang diidapnya sejak dulu.
Ia pernah mengatakan bahwa gangguan makan bulimia menurun di keluarganya. Demi pernah mengungkapkan bahwa ibunya mengidapnya.
"Nenekku menderita bulimia, ibuku juga mengidapnya, aku pun sama, dan mudah-mudahan anak-anakku tidak akan mengidapnya, tapi ini semacam kecanduan. Itu turun-temurun," jelasnya pada saat itu, dilansir dari Self.
Menurut Mayo Clinic, gangguan makan bulimia nervosa memang berpotensi menurun dalam keluarga karena genetik kemungkinan berperan.
Di sisi lain, psikolog klinis Alicia H. Clark mengatakan bahwa kelainan makan seperti bulimia sangat sensitif terhadap lingkungan.
Artinya, kata Clark, bahwa jika seseorang melihat orang-orang di sekitarnya menderita hal tersebut, maka orang tersebut lebih berisiko mengalaminya.
"Bumilia adalah tentang citra tubuh, mencoba mengendalikan impuls, dan mencoba menyesuaikan diri dengan standar citra tubuh yang tidak realistis," jelas Clark.
Menurut Clark, kemungkinan hal itulah yang menyebabkan sang penyanyi mengidap bulimia.
"Ini yang mungkin Demi pelajari dari melihat ibunya yang juga melihat dari ibunya. Menyaksikan orangtua terlibat dalam perilaku makan yang tidak teratur sangat berdampak karena anak perempuan berjuang untuk mempertahankan bentuk tubuh yang tidak realistis saat melewati masa remaja dan memiliki lekuk tubuh," jelasnya.
Baca Juga: Pandemi Virus Corona Covid-19 Pengaruhi Penderita Gangguan Makan
Spesialis gangguan makan dan citra tubuh Adrienne Ressler mengungkapkan bahwa gangguan makan sangat kompleks.
"Meski bulimia itu sendiri mungkin tidak diturunkan, masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan dapat diturunkan dan dapat menjadi faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami gangguan makan," imbuh Ressler.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?