Health / Konsultasi
Selasa, 05 Mei 2020 | 08:49 WIB
Ilustrasi Makan (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 tidak hanya memengaruhi kehidupan, tetapi juga psikologi seseorang. Beberapa orang mungkin merasa kesepian, kecemasan hingga ketakutan akibat ancaman virus corona Covid-19.

Tetapi, sekitar 30 juta orang Amerika justru mengalami beberapa jenis gangguan makan akibat penguncian diri selama pandemi virus corona Covid-19.

"Masa isolasi mandiri benar-benar menyebabkan gangguan makan," kata Dr Cynthia Bulik, direktur pendiri Pusat Keunggulan untuk Gangguan Makan di Universitas North Carolina dikutip dari Fox News.

Bahkan pandemi virus corona Covid-19 juga mungkin terasa berat bagi orang dengan gangguan makan. Tetapi, apakah kondisi ini berbahaya jika dibandingkan orang hidup sendirian?

Orang dengan gangguan makan berjuang dengan cara yang berbeda saat hidup sendiri atau bersama orang lain.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Orang dengan gangguan makan yang hidup sendiri akan merasakan kurangnya dukungan dan menempatkan dirinya berputar-putar dalam pikiran yang tidak teratur (pikiran negatif tentang tubuhnya, pengecekan tubuh dan lainnya).

Masa penguncian diri selama pandemi virus corona Covid-19 ini mungkin juga membuatnya kurang termotivasi untuk pulih.

Sementara itu, orang dengan gangguan makan yang tinggal bersama orang lain mungkin akan mengalami kurangnya ruang privasi. Contohnya, mereka kurang menemukan ruang privasi untuk konsultasi atau perawatan mengenai kondisinya secara online.

Karena, anggota keluarga atau teman seringkali tidak mengetahui kalau mereka memiliki gangguan makan. Jadi, mereka akan merasa kurangnya ruang privasi untuk membicarakan kondisinya dengan dokter.

Baca Juga: Singapura Longgarkan Lockdown, 6 Perubahan Vagina Setelah Menopause

Penderita gangguan makan sangat normal melalui perjuangan yang lebih untuk pemulihan diri selama pandemi. Karena, kecemasan selama penguncian cukup memengaruhi orang dengan gangguan makan.

Load More