Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 tidak hanya memengaruhi kehidupan, tetapi juga psikologi seseorang. Beberapa orang mungkin merasa kesepian, kecemasan hingga ketakutan akibat ancaman virus corona Covid-19.
Tetapi, sekitar 30 juta orang Amerika justru mengalami beberapa jenis gangguan makan akibat penguncian diri selama pandemi virus corona Covid-19.
"Masa isolasi mandiri benar-benar menyebabkan gangguan makan," kata Dr Cynthia Bulik, direktur pendiri Pusat Keunggulan untuk Gangguan Makan di Universitas North Carolina dikutip dari Fox News.
Bahkan pandemi virus corona Covid-19 juga mungkin terasa berat bagi orang dengan gangguan makan. Tetapi, apakah kondisi ini berbahaya jika dibandingkan orang hidup sendirian?
Orang dengan gangguan makan berjuang dengan cara yang berbeda saat hidup sendiri atau bersama orang lain.
Orang dengan gangguan makan yang hidup sendiri akan merasakan kurangnya dukungan dan menempatkan dirinya berputar-putar dalam pikiran yang tidak teratur (pikiran negatif tentang tubuhnya, pengecekan tubuh dan lainnya).
Masa penguncian diri selama pandemi virus corona Covid-19 ini mungkin juga membuatnya kurang termotivasi untuk pulih.
Sementara itu, orang dengan gangguan makan yang tinggal bersama orang lain mungkin akan mengalami kurangnya ruang privasi. Contohnya, mereka kurang menemukan ruang privasi untuk konsultasi atau perawatan mengenai kondisinya secara online.
Karena, anggota keluarga atau teman seringkali tidak mengetahui kalau mereka memiliki gangguan makan. Jadi, mereka akan merasa kurangnya ruang privasi untuk membicarakan kondisinya dengan dokter.
Baca Juga: Singapura Longgarkan Lockdown, 6 Perubahan Vagina Setelah Menopause
Penderita gangguan makan sangat normal melalui perjuangan yang lebih untuk pemulihan diri selama pandemi. Karena, kecemasan selama penguncian cukup memengaruhi orang dengan gangguan makan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan