Suara.com - Berganti tahun, pastinya akan ada banyak tren kesehatan terbaru, tak terkecuali cara meningkatkan kekebalan tubuh. Apalagi cara meningkatkan kekebalan juga salah satu yang paling dicari selama pandemi virus corona Covid-19.
Karena, kekebalan adalah kunci utama melindungi tubuh dari berbagai penyakit menular dan penyakit kronis. Berikut ini dilansir dari health.harvard.edu, beberapa cara memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
1. Jalani gaya hidup sehat
Gaya hidup sehat adalah garis pertahanan pertama yang juga bisa menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Karena, setiap bagian tubuh bisa berfungsi lebih baik bila terlindungi dari serangan lingkungan dan didukung oleh strategi hidup, termasuk sistem kekebalan.
Adapun gaya hidup sehat termasuk jangan merokok, konsumsi buah dan sayuran, olahraga, berat badan sehat, minum alkohol, tidur cukup, sering cuci tangan, dan mengurangi stres.
2. Diet untuk sistem kekebalan
Makan sehat dan teratur adalah kunci menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh. Para ilmuwan telah menyadari orang yang hidup dalam kemiskinan dan kekurangan gizi lebih rentan terhadap penyakit menular.
Ada beberapa bukti bahwa defisiensi mikronutrien misalnya, kekurangan seng, selenium, besi, tembaga, asam folat, dan vitamin A, B6, C, dan E mengubah respons imun pada hewan.
Namun, dampak dari perubahan sistem kekebalan ini pada kesehatan hewan masih kurang jelas dan efek dari defisiensi serupa pada tanggapan kekebalan manusia masih harus diteliti.
Baca Juga: Kasus Kabut Otak akibat Virus Corona Meningkat, Apa Sebabnya?
3. Minum suplemen herbal
Saat ini sudah banyak botol pil dan ramuan herbal yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa ramuan herbal bisa membantu meningkatkan kekebalan.
Tapi, para ilmuwan menduga nampaknya suplemen herbal meningkatkan kadar antibodi dalam darah yang bermanfaat bagi kekebalan tubuh secara keseluruhan.
4. Mengelola stres
Pikiran dan tubuh memiliki hubungan yang erat. Berbagai macam penyakit, termasuk sakit perut, gatal-gatal dan penyakit jantung merupakan efek stres emosional.
Para ilmuwan secara aktif telah mempelajari hubungan antara stres dan fungsi kekebalan tubuh. Saat seseorang menghadapi situasi yang membuatnya stres dan frekuensinya sering, kondisi ini akan berdampak pada kekebalan tubuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun