Health / Konsultasi
Jum'at, 01 Januari 2021 | 19:22 WIB
Penyanyi Maia Estianty [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Seorang ibu meninggal dunia akibat Covid-19 beberapa waktu setelah melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Ada juga kisah Maia Estianty yang disebut-sebut hanya terinfeksi virus corona selama 1x24 jam. Saat menjalani swab PCR di hari kedua, Maia langsung dinyatakan negatif. Kok bisa begitu?

Berita mengenai seorang ibu terinfeksi Covid-19 yang meninggal dunia setelah melahirkan serta Maia Estianty yang positif Covid-19 hanya sehari masuk dalam daftar berita kanal Health paling populer di awal tahun, Jumat, 1 Januari 2021 berikut ini!

1. Tragis, Seorang Ibu Meninggal akibat Covid-19 Usai Melahirkan

Ilustrasi seorang melahirkan (Shutterstock).

Kebahagiaan menyambut bayi baru lahir tetiba kandas setelah sang ibu, yang melahirkan bayi laki-laki sehat, meninggal akibat Covid-19 beberapa waktu kemudian, bahkan sebelum ia sempat memeluk buah hatinya.

Erika Becerra asal Detroit, AS, tertular virus corona Covid-19 saat hamil 8 bulan. Ia mengalami gejala parah sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Baca selengkapnya

2. Maia Estianty Sembuh dari Covid-19 dalam Sehari, Ini Obat yang Diminumnya

Maia Estianty saat perilisan album barunya bertajuk 'Masterpiece' di Kawasan Kemanag, Jakarta Selatan, Selasa (24/11). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pertengahan Desember 2020, Maia Estianty ternyata sempat terinfeksi virus corona atau Covid-19. Dalam saluran YouTube miliknya, istri Irwan Mussry tersebut mengaku jika ia ketahuan positif virus tersebut tanpa gejala, setelah menjalani tes swab PCR untuk keperluan syuting Indonesian Idol.

Melihat hasilnya, ibu tiga anak tersebut sempat bingung. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya ia sempat menjalani swab antigen saat akan makan malam bersama teman-temannya, dengan hasil negatif.

Baca Juga: Pasien Corona di Wisma Atlet Sembuh Mencapai 35.829 Orang

Baca selengkapnya

3. Untuk Kualitas Sperma, Lebih Baik Pakai Boxer atau Celana Dalam Biasa?

Ilustrasi pria mengenakan boxer. (Pixabay/stokpic)

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat penurunan statistik dalam jumlah sperma rata-rata pria di seluruh dunia.

"Kriteria kenormalannya menjadi jumlah sperma 15 juta per milimeter. Ini turun secara global dari hitungan normal sebelumnya 20 juta per milimeter pada 1999," ujar Ronny Tan, konsultan urologi dan andrologi dari Advanced Urology Associates.

Baca selengkapnya

4. Bagi Perempuan Usia 40-an, Waspadai 4 Perubahan pada Kehidupan Seksual Ini

Load More