Suara.com - Sayur dan buah selama ini dianggap sebagai makanan sehat yang memiliki banyak nutrisi untuk tubuh. Tapi, banyak orang yang tidak menyangka bahwa makanan ini ternyata bisa berbalik merusak kesehatan tubuh, salah satunya merusak kinerja ginjal.
Beberapa jenis sayur dan buah, jika rutin dikonsumsi setiap hari, bisa membuat kinerja ginjal memburuk tanpa Anda sadari. Apa saja? Ini dia sayur dan buah yang perlu Anda waspadai, mengutip Medical News, Sabtu (2/1/2021).
1. Kurma, kismis dan plum
Kita sangat tahu jika kurma mengandung serat tinggi dan baik untuk kesehatan. Biasa dikonsumsi dalam bentuk kering, menjadikan kurma dan kismis padat bernutrisi, terutama kadar kaliumnya yang tinggi.
Sayangnya, kandungan kalium yang tinggi ini jadi bumerang bagi kesehatan ginjal. Jika memang Anda suka, sebaiknya jangan konsumi makanan ini setiap hari, dan makanlah dalam porsi yang sedikit saja.
2. Kentang dan ubi jalar
Kita mengenal makanan ini sebagai alternatif pengganti nasi atau sumber karbohidrat, karena mengandung nutrisi yang kompleks. Sayangnya kentang dan ubi juga tinggi kalium, sehingga berbahaya untuk ginjal jika dikonsumsi berlebihan.
Jika terpaksa mengonsumsi, maka potong kentang atau ubi jadi lebih kecil, potong tipis, dan didihkan selama 10 menit. cara itu diyakini bisa mengurangi kandungan kalium hingga 50 persen.
3. Pisang
Pisang sering jadi buah andalan bagi mereka yang sedang diet. Biasanya, pisang dikonsumsi saat sarapan untuk memberi asupan energi. Kandungan kalium pada satu buah pisang cukup tinggi, yaitu mencapai 422 miligram. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi pisang berkali-kali dalam satu hari agar tak membahayakan ginjal.
4. Tomat
Tingginya kadar kalium dalam darah membuat seseorang mengalami hiperkalemia, yatu kondisi ketidakseimbangan zat elektrolit dalam tubuh. Jika tidak seimbang, maka risikonya bisa gagal ginjal hingga sakit jantung.
Nah, risiko itu akan Anda dapat kalau kebanyakan mengonsumsi tomat yang tinggi kalium. Secangkir saus tomat mengandung lebih dari 900 miligram kalium. Padahal, batasan kalium sehari hanya boleh 2.000 miligram.
Baca Juga: Sayur dan Buah Organik Laris Manis Saat Pandemi Covid-19
5. Bayam
Sayur ini terkenal dengan kadar antioksidannya yang tinggi dan bisa mencegah kanker. Namun, kandungan oksalat yang tinggi pada bayam bisa berbahaya bagi ginjal.
Ini karena oksalat menghimpun kalsium, magnesium, dan zat besi sehingga menyebabkan terbentuknya bantu ginjal. Sehingga batasi asupan oksalat pada bayam agar tidak berlebihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026