Suara.com - Stunting yang terjadi pada anak-anak tidak boleh disepelekan, sebab masih terdapat banyak kasus anak stunting di Indonesia. Untuk itu, ada baiknya Anda juga memahami ciri-ciri stunting pada anak-anak. Bukan apa-apa, tapi dengan mengetahui ciri-cirinya, setidaknya Anda bisa melakukan deteksi dini bilamana menjumpai anak dengan ciri yang akan disebutkan nanti.
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak-anak yang terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi, atau tidak optimalnya penyerapan nutrisi yang masuk. Seperti Anda ketahui, masa tumbuh kembang anak-anak memerlukan asupan nutrisi yang cukup besar, dibarengi dengan stimulus yang intens. Ketika satu dari dua hal ini tidak didapatkan anak, maka risiko stunting akan meningkat.
Untuk membantu Anda mengenali ciri-ciri anak stunting, mari lihat poin-poin di bawah ini.
1. Tubuhnya Lebih Pendek dari Teman Sebaya
Kurangnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh si Kecil akan mengganggu tumbuh kembang tulang dan ototnya. Ciri-ciri anak stunting yang pertama adalah tubuhnya lebih pendek dari teman-teman sebaya, karena tulangnya tidak dapat tumbuh optimal.
Meski demikian, perbedaan tinggi badan akibat stunting ini cenderung akan mencolok. Jika masih dalam postur tubuh rata-rata, mungkin anak tidak mengalami stunting dan dipengaruhi faktor genetik atau yang lainnya.
2. Daya Tahan Tubuh Kurang Baik
Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak juga digunakan untuk membangun daya tahan tubuh. Ketika asupan nutrisi tidak mencukupi kebutuhannya, maka daya tahan tubuh anak juga akan menjadi lemah.
Ini yang menyebabkan anak mudah terserang penyakit, yang akan memperparah gangguan tumbuh kembangnya. Ketika anak cenderung mudah terkena penyakit, bahkan penyakit ringan sekalipun, Anda bisa menduga jika anak mengalami stunting.
Baca Juga: Angka Stunting Tinggi di NTT Karena Bumil Tidak Periksa ke Dokter
3. Perkembangan Kognitif Terganggu
Perkembangan faktor kognitif pada anak-anak juga sangat tergantung dengan asupan nutrisi setiap hari. Ciri-ciri anak stunting yang selanjutnya adalah kemampuan kognitif anak tidak dapat berkembang optimal, dan bisa membuatnya kurang dapat menyerap rangsangan dengan baik. Akibatnya anak akan menjadi kurang cerdas, dan tidak dapat memenuhi milestone tumbuh kembangnya.
4. Postur Kurang Ideal, Ciri-Ciri Anak Stunting Paling Terlihat
Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki postur tubuh yang tidak ideal. Misalnya seperti yang disebutkan pada poin pertama tadi, anak cenderung pendek. Pada kasus lain stunting juga dapat menyebabkan anak menjadi terlalu gemuk, karena adanya gangguan sistem endokrin tubuh sehingga metabolismenya tidak berjalan dengan normal.
Stunting pada anak bisa dicegah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak sejak usia dini hingga ia melewati masa emas tumbuh kembangnya. Dengan memahami ciri-ciri stunting anak di atas, semoga bisa membantu Anda dalam menghindari resiko kondisi tersebut pada anak Anda. Berikan yang terbaik untuk anak setiap saat, agar tumbuh kembangnya selalu optimal!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia