Suara.com - Gerd atau refluks asam lambung menimbulkan rasa tidak nyaman dan sensasi ingin muntah. Kondisi itu terjadi karena asam lambung mengalir kembali (atau refluks) ke esofagus, saluran yang menghubungkan tenggorokan ke perut.
Kebanyakan orang mengalami gerd pada malam hari, seringkali setelah makan malam. Tetapi tak sedikit juga merasakan ketidaknyamanan akibat asam lambung saat pagi hari, terutama saat bangun tidur.
Penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Arizona, Amerika Serikat, pada 2009, menemukan bahwa 48,7 persen peserta mengalami refluks asam dalam 20 menit pertama setelah bangun di pagi hari. Seluruh responden penelitian disebutkan memiliki riwayat gerd.
Gejala asam lambung yang paling umum adalah mulas. Gejala lainnya seperti rasa asam yang naik ke mulut atau tenggorokan, mual, nyeri dada, batuk kering, hingga makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk ditelan disertai dengan perasaan makanan menempel di kerongkongan.
Gerd saat pagi hari bisa dihindari dengan cara sederhana. Dikutip dari Healthline, berikut yang bisa dilakukan untuk menghindari gerd saat bangun tidur.
- Tidur dengan tubuh Anda terangkat dari pinggang ke atas dengan meninggikan ujung tempat tidur setinggi 15 hingga 23 sentimeter.
- Berhenti makan 3 jam sebelum tidur.
- Jauhi makanan yang biasanya menyebabkan refluks asam, seperti kopi, coklat, bawang putih, bawang merah, dan mint.
Gerd pagi hari kemungkinan akan semakin berisiko terjadi jika mengalami obesitas, kebiasaan merokok, meminum alkohol, menderita hernia hiatus, juga sedang konsumsi obat yang melemahkan sfingter esofagus bagian bawah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia