Suara.com - Pernahkan Anda mengalami kaki tiba-tiba terasa dingin meski cuaca saat itu dalam keadaan normal? Kaki dingin bisa diartikan sebagai respons terhadap suhu, tetapi dalam kasus ini, bisa jadi merupakan respons terhadap kondisi medis tertentu yang memerlukan perawatan.
Kaki dingin bisa saja menjadi tanda atau gejala jika orang tersebut memiliki penyakit tertentu. Dilansir dari WebMD, ada beberapa gejala lain yang mungkin muncul bersamaan dengan kaki dingin dan menandakan kondisi medis. Ini di antaranya.
- Kelemahan dan nyeri di tangan dan kaki
- Sensitivitas terhadap dingin
- Perubahan warna pada kulit saat kedinginan atau stres
- Mati rasa saat merasa hangat atau menghilangkan stres
Berikut terdapat beberapa kondisi medis yang menyebabkan kaki menjadi dingin, di antaranya:
1. Diabetes
Seseorang yang menderita diabetes, berisiko mengalami berbagai masalah yang memengaruhi kaki, di antaranya:
- Neuropati perifer
Kondisi ini biasanya merusak saraf pada kaki dan menyebabkan kaki terasa dingin, meski sebenarnya terasa normal ketika disentuh. Orang tanpa diabetes juga bisa mengalami hal ini. Neuropati perifer biasanya disebabkan oleh cedera, penyakit autoimun, alkoholisme, kekurangan vitamin, kelainan sumsum tulang, tiroid kurang aktif, dan obat-obatan.
- Penyakit arteri perifer
Penyakit arteri perifer merupakan kondisi tubuh yang memperlambat atau menghalangi aliran darah ke tungkai dan kaki. Hal ini yang menyebabkan kaki menjadi dingin. Biasanya penyebab kondisi ini karena merokok, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
2. Hipotiroidisme (tiroid kurang aktif)
Kondisi ini merupakan munculnya kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher sehingga menyebabkan kaki menjadi dingin. Hal ini juga mempengaruhi hormon di semua organ. Jika tiroid kurang aktif dan tidak melepaskan cukup hormon, itu yang menyebabkan rasa dingin, termasuk kaki.
3. Penyakit atau fenomena Raynaud
Raynaud merupakan kondisi di mana tubuh bereaksi berlebihan terhadap dingin. Saat suhu turun, biasanya tangan dan kaki akan mati rasa dan beku. Kondisi ini juga bisa menyebabkan perubahan warna pada bagian kaki atau tangan menjadi pucat dan biru.
Raynaud biasanya terjadi karena terdapat masalah pada pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Arteri di tangan dan tubuh akan kejang dan menyempit sehingga darah tidak bergerak dengan baik. Oleh karena itu, tubuh akan terasa dingin saat suhu turun.
Baca Juga: Sering Rebahan Tak Baik untuk Kesehatan, Jangan Sampai Jadi Gaya Hidup!
4. Anemia
Kaki yang dingin bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan sel darah merah. Hal ini bisa menjadi tanda jika orang tersebut mengalami anemia. Hal ini membuat darah tidak bisa menjalankan tugas sehingga bagian tubuh yang kekurangan darah akan terasa dingin.
5. Penyakit Buerger
Penyakit buerger biasanya terjadi pada perokok. Hal ini akan menyebabkan kaki menjadi terasa dingin. Tembakau pada rokok atau mengonsumsinya secara langsung akan membuat pembuluh darah di tangan dan kaki membengkak sehingga memperlambar aliran darah.
6. Kolesterol Tinggi
Kaki yang dingin bisa juga menjadi tanda orang tersebut memiliki kolesterol yang tinggi. Hal ini karena seseorang dengan kolesterol tinggi mengalami masalah sirkulasi sehingga menyebabkan kaki menjadi dingin.
7. Stres
Seseorang yang mengalami stres akan membuat tubuh mendorong darah dari ke inti tubuh, menjauh dari tangan dan kaki. Kondisi ini yang menyebabkan kaki menjadi dingin karena tidak cukupnya aliran darah di dalamnya.
Jika kaki dingin terjadi karena masalah medis, segera lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengatasinya. Namun, Anda juga bisa melakukan beberapa cara berikut untuk mengatasi kaki dingin.
- Kenakan kaus kaki atau sandal.
- Regangkan atau gerakkan kaki untuk memperlancar aliran darah.
- Berhenti merokok (nikotin mempersulit darah mencapai tangan dan kaki).
- Turunkan kolesterol melalui diet dan pengobatan.
- Hindari stres.
- Dapatkan lebih banyak zat besi, vitamin B12, dan folat untuk meningkatkan sirkulasi darah. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar