Suara.com - Sekarang ini, skincare sedang populer, terutama yang berasal dari Korea Selatan. Padahal sebenarnya tidak semua orang cocok dengan produk tersebut.
"Tidak perlu mengabaikan tren, tetapi mereka harus selalu berhati-hati. Hanya karena sesuatu berhasil pada satu orang, tidak berarti hal itu juga akan berhasil untuk orang lain. Kau harus berhati-hati," kata Dhaval Bhanusali, dermatolog yang berbasis di New York, AS.
Melansir Insider, berikut tren perawatan kulit atau skincare yang menurut ahli kulit harus diwaspadai:
1. Prosedur kecantikan tidak selalu aman
Bhanusali mengatakan bahwa tidak semua orang yang bekerja di klinik perawatan memenuhi syarat dan hal ini tentu dapat mengakibatkan komplikasi.
Jika Anda ingin menjalani prosedur kecantikan, sebaiknya temui dokter kulit profesional atau bersertifikat terpercaya.
2. Perawat kulit buatan sendiri (DIY) bisa berbahaya
Ide membuat masker, serum, atau pelembab buatan sendiri memang menggoda, tetapi Bhanusali mengatakan ramuan tersebut biasanya lebih berbahaya. Bahkan, terkadang dapat menyebabkan luka bakar kimia.
"Saya mendapati lebih banyak komplikasi masker dan perawatan buatan sendiri, terutama dengan jenis kulit yang lebih gelap," ujar Bhanusali.
Baca Juga: 9 Mitos Seputar Perawatan Kulit yang Perlu Diketahui
Ia mengingatkan untuk selalu berkonsultasi dengan ahlinya sebelum melakukan sesuatu yang dapat membahayakan kulit.
3. Masker pengelupas bisa merusak kulit
Masker peel-off memang menarik karena dianggap lebih baik dalam mengangkat sel kulit mati. Namun, dokter kulit yang berbasis di Minnesota, Holly Hanson, mengatakan bahwa produk ini sebenarnya dapat merusak kulit.
"Seringkali masker ini bersifat abrasif dan bekerja dengan menghilangkan lapisan luar kulit. Ada cara yang lebih efektif untuk membersihkan kulit tanpa merusaknya." kata Hanson.
4. Kata "alami" dan "organik" tidak selalu berarti produk tersebut lebih aman
Dokter kulit Stephanie Daniel yang berbasis di Virginia mengatakan label "organik" dan "alami" telah membanjiri dunia perawatan kulit, dan beberapa orang mungkin berpikir itu berarti produk lebih bersih dan lebih aman, tetapi itu tidak selalu demikian.
"Entah bagaimana, organik telah diterjemahkan menjadi lebih aman dan hipoalergenik. Saya harus mengingatkan banyak pasien saya yang memiliki kulit sensitif bahwa 'organik' biasanya berpotensi menimbulkan alergi yang lebih besar," tandas Daniel.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga