Suara.com - Meski terdengar janggal, nyatanya anak kecil pun sudah bisa mengidap gangguan bipolar, lho. Dengan mengetahui ciri dari gangguan ini sedari kecil, orangtua bisa melakukan beberapa cara untuk menghindari efek negatifnya yang lebih besar di masa depan. Sama seperti gangguan bipolar orang dewasa, bipolar pada anak juga menyebabkan perubahan suasana hati dari tingkat hiperaktif atau mania (ceria) yang tinggi ke tingkat depresi (sedih) serius.
Nyatanya, anak-anak memang kerap mengalami emosi yang naik-turun. Akan tetapi, jika hal ini terjadi sampai mengganggu kehidupannya dan menyebabkan masalah, maka orangtua harus mewaspadai hal ini dan menyikapinya dengan lebih serius. Kali ini, theAsianparent membagikan beberapa ciri-ciri gangguan bipolar pada anak yang harus diketahui orangtua:
1. Perilaku hiperaktif, impulsif, dan agresif
Anak-anak yang memiliki gejala bipolar biasanya memiliki perilaku yang tidak pantas secara sosial, seperti hiperaktif, impulsif atau tidak memikirkan dampak dari perbuatannya, dan agresif atau sebuah emosi yang meluap-luap.
2. Perilaku berisiko dan sembrono yang berbeda dengan karakter sehari-harinya
Salah satu ciri bipolar selanjutnya adalah perubahan karakter yang tiba-tiba, misalnya anak menjadi lebih sembrono dan menjadi berperilaku lebih berisiko daripada sebelumnya.
3. Perubahan suasana hati yang parah
Saat anak terindikasi mengidap bipolar, biasanya ia akan memiliki perubahan suasana hati yang parah dan berbeda dari perubahan suasana hati yang biasa.
4. Insomnia
Insomnia dan gejala sulit tidur bisa menjadi ciri dari bipolar pada anak.
5. Sulit berkonsentrasi
Anak kecil memang memiliki rentang konsentrasi yang terbatas. Akan tetapi, jika ia tidak memiliki kemampuan untuk berkonsentrasi terhadap apapun, bisa jadi ini menjadi salah satu ciri bipolar pada dirinya selain dari fluktuasi emosi yang sudah disebutkan di atas.
6. Memiliki pikiran atau keinginan bunuh diri
Salah satu hal yang cukup signifikan dari anak bipolar adalah memiliki pikiran dan keinginan untuk bunuh diri. Jika anak sampai memiliki pikiran seperti ini, orangtua harus segera melakukan pendekatan secara intensif, dan kalau perlu minta bantuan profesional.
7. Merasa dirinya lebih baik dibandingkan anak lainnya
Ciri bipolar lainnya adalah anak kerap merasa dirinya lebih baik dibandingkan dengan anak lain sebayanya.
Baca Juga: Marshanda Pernah Coba Atasi Bipolar Tanpa Pengobatan, Apakah Bisa?
8. Mudah tersinggung
Anak dengan gejala bipolar umumnya memiliki suasana hati yang tertekan atau mudah tersinggung hampir sepanjang hari.
9. Kembali ke karakter semula
Anak-anak dengan gangguan bipolar mengalami gejala dalam episode yang berbeda. Bisa saja terjadi, anak-anak kembali ke perilaku dan suasana hati mereka yang biasa.
Perbedaan Bipolar dan ADHD Pada Anak
Walaupun sudah mengetahui ciri-ciri anak bipolar seperti yang sudah dijelaskan di atas, sebenarnya mendiagnosis bipolar pada anak tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Alasannya adalah karena gejala gangguan bipolar pada anak cukup mirip dengan gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak.
Obat-obatan pada ADHD seringkali menjadi stimulan yang berpotensi memicu episode mania pada anak-anak dengan gangguan bipolar.
Hal yang membedakan antara gejala bipolar anak-anak dengan orang dewasa adalah :
- Waktu setiap episode pada anak-anak terjadi cukup cepat, misalnya satu hari. Sedangkan pada orang dewasa, umumnya setiap episode terjadi cukup lama, misalnya dalam jangka waktu minggu, bulan, bahkan tahun.
- Anak-anak dengan gejala bipolar biasanya memiliki fase mania yang lebih parah dibandingkan dengan orang dewasa.
- Anak dengan bipolar juga biasanya memiliki gejala psikotik, seperti mendengar dan melihat hal-hal yang tidak nyata.
- Terkadang, anak dengan bipolar juga mengeluhkan gejala sakit fisik selama periode depresinya.
Nah, jika anak Anda terdeteksi memiliki ciri bipolar seperti yang telah disebutkan di atas, Anda wajib berkonsultasi dengan pihak profesional, terlebih jika anak terus mengalami suasana hati yang mudah berubah. Masalah mental di masa kecil tentu bisa menyebabkan dampak yang buruk di masa depannya kelak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik