Suara.com - Henti jantung yang datang tiba-tiba bisa sangat mengancam nyawa. Dalam hal ini, sebuah penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami henti jantung daripada pria.
Melansir dari Mdlix, henti jantung mendadak terjadi akibat kerusakan listrik jantung yang menyebabkan jantung berhenti berdetak. Tingkat harapan hidup untuk henti jantung di luar rumah sakit hanya 10 persen.
"Kematian mendadak pada jam-jam malam adalah fenomena yang membingungkan dan mengagetkan," kata penulis studi senior Dr. Sumeet Chugh, direktur Pusat Pencegahan Serangan Jantung di Cedars-Sinai Smidt Heart Institute, di Los Angeles.
"Kami terkejut menemukan bahwa menjadi perempuan bisa jadi prediktor independen dari peristiwa ini," kata Chugh.
Antara 17 persen hingga 41 persen dari perkiraan 350.000 serangan jantung mendadak di Amerika Serikat setiap tahu, terjadi antara pukul 10 malam dan pukul 6 pagi. Untuk penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data pada lebih dari 3.200 kasus henti jantung mendadak di siang hari dan 918 kasus di malam hari.
Para peneliti menemukan bahwa lebih dari 25 persen kasus yang melibatkan wanita terjadi pada malam hari, dibandingkan dengan hampir 21 persen kasus yang melibatkan pria. Penelitian ini dipublikasikan secara online pada 19 Januari di jurnal Heart Rhythm.
"Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mempelajari tentang alasan perempuan mengalami risiko lebih tinggi, tetapi komponen pernapasan perempuan mungkin lebih berperan," kata penulis penelitian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?