Suara.com - Air purifier atau pemurni udara selama ini dipercaya mampu membuat udara di ruangan jadi lebih bersih. Terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti ini,
Tapi, sebuah studi baru justru menunjukkan bahwa air purifier bisa berisiko membantu menyebarkan tetec Covid-19 di ruang terbatas.
Para peneliti di Universitas Nicosia di Siprus melakukan penelitian, "Physics of Fluids", yang diterbitkan pada hari Selasa menunjukkan apa yang akan terjadi jika seseorang batuk di lift yang penuh sesak. Demikian seperti dilansir dari New York Post.
“Penjernih udara mengurangi dispersi tetesan tetapi tidak akan menghilangkannya. Asupan udara yang terintegrasi di dalam peralatan pembersih menginduksi sirkulasi aliran yang dapat menambah pengangkutan tetesan air liur yang terkontaminasi di dalam kabin, ”tulis penulis Talib Dbouka dan Dimitris Drikakis.
“Hasil dari penelitian ini berkaitan dengan ruang terbatas, termasuk kamar kecil di fasilitas perumahan atau komersial, tempat parkir mobil, toko, serta kabin pesawat, kapal selam, dan pesawat ruang angkasa,” para ilmuwan menambahkan.
Mereka juga menyarankan, "sistem ventilasi dan pemurnian di masa depan harus bertujuan untuk mengurangi AVT [penularan virus melalui udara] melalui minimalisasi penyebaran tetesan."
Seperti dikutip dari laman resmi WHO, COVId-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, yang menyebar di antara orang-orang, terutama ketika orang yang terinfeksi melakukan kontak dekat dengan orang lain.
Virus dapat menyebar dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi dalam partikel cairan kecil saat mereka batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau bernapas dengan berat. Partikel cair ini memiliki ukuran yang berbeda, mulai dari 'tetesan pernapasan' yang lebih besar hingga 'aerosol' yang lebih kecil.
Orang lain dapat tertular Covid-19 ketika virus masuk ke mulut, hidung atau mata mereka, yang lebih mungkin terjadi ketika orang melakukan kontak langsung atau dekat (jarak kurang dari 1 meter) dengan orang yang terinfeksi.
Baca Juga: Pandemi Covid-19, Haruskah Pasien Kanker Menunda Perawatan?
Bukti terkini menunjukkan bahwa cara utama penyebaran virus adalah melalui tetesan pernapasan di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat satu sama lain.
Penularan aerosol dapat terjadi dalam pengaturan tertentu, terutama di dalam ruangan, ramai dan ruang yang tidak berventilasi memadai, di mana orang yang terinfeksi menghabiskan waktu lama dengan orang lain, seperti restoran, tempat latihan paduan suara, kelas kebugaran, klub malam, kantor dan / atau tempat menyembah. Lebih banyak penelitian sedang dilakukan untuk lebih memahami kondisi di mana penularan aerosol terjadi di luar fasilitas medis di mana prosedur medis tertentu, yang disebut prosedur yang menghasilkan aerosol, dilakukan.
Virus juga dapat menyebar setelah orang yang terinfeksi bersin, batuk, atau menyentuh permukaan, atau benda, seperti meja, gagang pintu, dan pegangan tangan.
Orang lain dapat terinfeksi dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi ini, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka tanpa harus membersihkan tangan terlebih dahulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan