Suara.com - Semua buah dan sayuran memang baik untuk kesehatan tubuh. Apalagi seseorang mengonsumsi produk makanan segar dan berair ini sehari-hari.
Sayangnya, makanan tertentu tak sebaiknya dikonsumsi ketika musim dingin. Karena, makanan tertentu bisa berubah menjadi berbahaya jika dikonsumsi saat musim dingin.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, makanan yang seharusnya dihindari ketika musim dingin.
1. Asparagus
Waktu terbaik untuk mengonsumsi asparagus adalah musim semi. Di musim dingin, asparagus akan dikirim jarak jauh dari Peru atau Cina. Selama proses itu, rasa dan tekstur asparagus akan memudar serta vitaminnya memudar. Banyak elemen yang bermanfaat akan hilang selama waktu pengiriman sehingga kurang bergizi.
2. Sayuran kemasan
Sayuran kemasan memang sudah dicuci dan dipotong-potong agar mudah dan cepat dikonsumsi. Tapi, pengemasan bisa merusak serat sayuran dan menyebabkan hilangnya vitamin. Pada akhirnya, kita akan mendapatkan produk yang hanya terlihat bagus tapi tidak sehat.
3. Stroberi dan blueberry
Musim panas adalah waktu terbaik untuk menanam beri. Stroberi kaya akan vitamin C yang memperkuat kolagen dan blueberry dapat membantu mencegah kanker kulit serta meningkatkan aktivitas otak. Tetapi, buah-buahan ini tak seharusnya dikonsumsi ketika musim dingin.
Baca Juga: Perlukah Menghindari Daging Merah untuk Mengurangi Risiko Penyakit Jantung?
4. Daging merah
Daging merah adalah sumber protein yang sangat penting untuk memperkuat otot dan metabolisme. Namun, sering mengonsumsinya dapat menyebabkan konsentrasi lendir di tenggorokan Anda. Anda juga lebih baik menghindari konsumsi daging merah saat musim dingin.
5. Produk susu
Beberapa produk susu harus dikonsumsi sangat hati-hati selama musim dingin, salah satunya yogurt. Yogurt bisa meningkatkan sekresi lendir dari kelenjar dan bisa memengaruhi keadaan tubuh secara keseluruhan. Orang yang batuk, pilek atau menderita asma bisa memperburuk kondisinya jika mengonsumsinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien