Suara.com - Program bayi tabung menjadi salah satu cara yang dilakukan pasangan untuk mendapatkan keturunan. Mereka yang menjalani program ini umumnya mengalami gangguan kesuburan (infertilitas), baik dari pihak suami maupun istri.
Dikatakan oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari IVF Centre RS Pondok Indah, bayi tabung juga bisa 'dimanfaatkan' untuk pasangan yang punya masalah kesehatan lain, bukan hanya infertilitas.
Berikut ini adalah kondisi lain yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan program bayi tabung bagi pasangan:
1. Hubungan suami istri jarak jauh
Biasanya dialami suami istri yang tidak bisa setiap saat selalu hidup bersama, alias harus hidup terpisah karena pekerjaan, hasilnya program memiliki buah hati bisa terganggu. Maka, program bayi tabung bisa dimanfaatkan karena prosesnya mengikuti waktu luang pasangan.
"Suami istri ketemunya hanya 6 bulan sekali, apakah untuk memiliki buah hati bisa menunggu selama itu. Maka bayi tabung bisa jadi alternatif penanganan, kita bisa atur keleluasaan pasangan," ujar dr. Yassin.
2. Punya penyakit yang merusak kesuburan
Pada awalnya pasien tidak mengalami gangguan kesuburan, namun karena mengidap kanker dan harus menjalani pengobatan seperti kemoterapi yang bisa merusak sel telur, maka pada program bayi tabung sel telur bisa lebih dulu disimpan.
"Sebelum kemoterapi sel telurnya kita simpan di tempat aman, saat pengobatan kanker atau kemoterapinya selesai pasien siap hamil sel telur bisa kembali dibuahi dengan sperma melalui bayi tabung," tutur dr. Yassin.
3. Pasangan alami infeksi HIV, hepatitis B, dan hepatitis C
Melalui program bayi tabung pasangan bisa mendapatkan bayi yang lebih sehat, lantaran adanya teknologi kromosom yang berpeluang menghilangkan penyakit genetik seperti HIV, hepatitis B, dan hepatitis C yang bisa ditularkan ke anak.
"Misalnya suami memiliki riwayat HIV, maka kita bisa gunakan teknologi kromosom embrio untuk meminimalisir penyakit pada anak yang dikandungnya," jelas dia.
Baca Juga: Dear Pasangan Muda, Ini Tips Pilih Mobil Pertama Hidup Berkeluarga
4. Disfungsi seksual
Disfungsi seksual atau tidak adanya kepuasan seksual saat di ranjang bisa menurunkan peluang memiliki buah hati, karena proses pembuahan alami dari hubungan intim tidak terjadi, maka program bayi tabung bisa membantu.
"Kalau disfungsi seksual pengobatannya harus lama, perlu konsultasi maka bayi tabung bisa dimanfaatkan," kata dr. Yassin.
5. Vaginismus
Vaginismus adalah gangguan seksual yang umum terjadi pada perempuan, karena otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat terjadi penetrasi seksual.
Gangguan ini tidak memengaruhi gairah seksual perempuan, tapi tentu saja akan menghambat hubungan intim. Hasilnya hubungan seksual tidak bisa berjalan dengan wajar, dan hasilnya menyulitkan pasangan memiliki momongan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!