Suara.com - Pemerintah berencana mempercepat proses tracing Covid-19 dengan melakukan pemeriksaan tes rapid antigen sampai tingkat Puskemas.
Saat ini, Kementerian Kesehatan telah menyediakan dua juta alat rapid antigen yang didistribusikan ke puluhan ribu Puskesmas di 98 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Siti Nadia Tamidzi menyampaikan, lewat upaya tersebut, diharapkan proses tracing atau pelacakan orang yang pernah kontak dengan pasien Covid-19 bisa lebih luas.
"Jadi pelacakan kontak sebelumnya kurang lebih 5-10 orang, bisa ditingkatkan sampai 20-30 orang. Kemungkinan akan ada beberapa yang positif dilacak lagi," kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).
Lebih cepat menemukan pasien Covid-19, kata Nadia, membuat pemerintah lebih mudah merawat pasien Covid-19. Mereka yang memiliki gejala ringan atau bahkan tanpa gejala, cukup melakukan isolasi mandiri.
Dengan begitu beban rumah sakit diharapkan akan semakin berkurang akibat penuhnya perawatan pasien Covid-19. Tracing yang masih juga dapat mempercepat pemutusan rantai penularan virus pada kluster keluarga.
"Karena kadang orang tidak sadar kalau dia terinfeksi tapi karena gejala ringan atau tanpa gejala," ucapnya.
Nadia menambahkan, orang yang melakukan pemeriksaan tracing tersebut tidak akan dikenakan biaya apa pun. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemeriksaan tes antigen itu tidak boleh digunakan untuk syarat perjalanan naik kendaraan umum.
"Kita akan berikan surat ke Dinas Kesehatan di 98 Kabupaten/kota untuk pastikan bahwa penggunaan rapid antigen yang disediakan adalah untuk pemeriksaan epidemiologis bukan pelaku perjalanan. Perjalanan sudah jelas harus mandiri," katanya.
Baca Juga: Kemenkes Bakal Distribusikan Rapid Tes Antigen ke Seluruh Puskesmas RI
Diakui Nadia, masih ada kemungkinan hasil false negatif dalan pemeriksaan rapid antigen. Karetan itu pentingnya swab tes PCR.
Tetapi jika daerah kesulitan dapat akses PCR, pemeriksaan ulang bisa kembali dilakukan dengan rapid antigen dalam kurin waktu kurang dari 24 jam
"Kalau positif dalam pemeriksaan rapid antigen, hasilnya sama dengan RT PCR dan akan dilaporkan sebagai kasus positif," ucap Nadia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa