Suara.com - Sourav Bhattacharya, seorang pria 44 tahun asal India ini menceritakan pengalamannya mengalami gejala tak biasa ketika terinfeksi virus corona Covid-19 di hari perayaan Durga Puja di Bengal.
Saat itu, Sourav mengalami diare biasa. Tapi, ia memperhatikan ada 2 gejala yang tidak biasa dalam tubuh, yakni nyeri punggung tak tertahankan dan kelemahan parah.
Kemudian dilansir dari Times of India, Sourav juga mulai berkeringat deras hingga tidak bisa berhenti mengipasi diri walau hanya 1 menit. Padahal ia belum pernah mengalami kondisi ini sebelumnya.
Karena itu, Sourav sudah mencurigai dirinya terinfeksi virus corona Covid-19 dan segera melakukan tes di rumah sakit. Ia melakukan RT-PCR yang menyatankan dirinya positif virus corona setelah 2 hari.
Sourav pun mulai panik ketika mendapat kabar dirinya positif. Apalagi ia juga mulai kehilangan indra penciuman dan perasanya.
Ia tidak bisa mencium bau yang seharusnya sangat kuat dan ada iritasi di lidahnya. Sourav mengaku tidak bisa menahan rasa panas di mulutnya seperti biasa.
Sourav yang panik berusaha mengabari dokter keluarganya. Ia diberi oksimeter dan juga obat, seperti antibiotik, vitamin C dan kapsul zinc.
Saat itu, dokter sempat memberikan pilihan kepada Sourav untuk isolasi di tempat yang berbeda dengan rumahnya atau tidak. Tapi, Sourav menolak dan memilih isolasi mandiri di kamarnya.
Seseorang akan meletakkan makan untuk Sourav di depan pintu kamar dan selalu memakai kamar mandi sendiri yang terpisah dengan lainnya.
Baca Juga: Studi: Peralatan Olahraga Tak Sebarkan Virus Corona Covid-19
Selama masa isolasi, ia berusaha menghabiskan waktu dengan membaca buku dan menonton serial web karena harus tinggal selama 22 hari.
Sourav mengaku cukup tertekan dan sedih selama beberapa hari pertama isolasi. Tapi, ia selalu bisa mengalihkan perhatiannya dengan aktivitas lain di dalam ruangan.
Stelah 2 hari isolasi mandiri, ia merasa sedikit kesulitan bernapas dan mencoba memeriksa tingkat saturasi oksigennya sendiri.
Beruntungnya, tingkat saturasi oksigennya tetap dalam tingkat normal. Masalah pernapasan ini biasanya terjadi di malam hari.
Pada hari ke-8 isolasi, kondisi Sourav mulai membaik. Ia mulai merasa kekuatan fisiknya kembali perlahan. Ia juga mulai nafsu makan dan menggunakan kembali indra penciuman serta perasanya.
Sourav pun memberikan beberapa tips untuk membantu temannya yang juga terinfeksi virus corona Covid-19, yakni jangan panik, jauhi informasi yang mengganggu pikiran, fokus pada rutinitas harian di tempat isolasi, konsumsi makanan seimbang dan makan buah-buahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga