Suara.com - Varian baru virus corona Covid-19 telah bermunculan di sejumlah negara. Kini, para ilmuwan khawatir bahwa varian virus corona Inggris dan California telah bergabung dan membentuk mutasi baru lagi.
Sebelumnya, para ilmuwan menemukan hal baru dalam sampel virus Amerika Serikat yang telah memicu kekhawatiran bahwa pandemi virus corona Covid-19 bisa memasuki babak baru.
Para ilmuwan menemukan adanya rekombinasi virus corona Covid-19 di Laboratorium Nasional Los Alamos California. Meskipun, mereka belum tahu seberapa besar ancaman yang ditimbulkan dari rekombinasi virus corona tersebut.
Tapi, rekombinasi virus corona Covid-19 ini akan menjadi yang pertama kali terdeteksi selama pandemi. Bette Korber, seorang ahli biologi komputasi di laboratorium tersebut mengatakan, bahwa pertemuan yang diadakan oleh Akademi Sains New York telah melihat bukti yang cukup jelas.
Rekombinasi virus ini membatasi mutasi virus corona dari Inggris yang dikenal sebagai B.1.1.7 dan mutasi virus corona dari California yang dikenal sebagai B.1.429 yang resisten terhadap antibodi.
"Temuan semacam ini memungkinkan virus untuk bergabung dengan virus yang lebih menular dan virus yang lebih resisten," jelas Bette Korber dikutip dari The Sun.
Rekombinasi virus corona ini bisa menyatukan mutasi yang berbeda. Bahkan rekombinasi virus ini bisa menyebabkan varian baru virus corona yang lebih berbahaya, meskipun belum jelas seberapa besar bahayanya.
Kemunculan varian baru virus corona Covid-19 baru-aru ini mengartikan bahwa beberapa orang bisa terinfeksi dua jenis virus corona yang berbeda.
Sergei Pond, seorang profesor biologi dari Temple University, Pennsylvania menduga bahwa dunia mungkin akan mencapai titik puncak pandemi lagi yang cukup besar akibat rekombinasi virus corona ini.
Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Nodul di Mata Pasien, Ini Bahayanya!
Ia menegaskan bahwa tingkat bahaya rekombinasi virus ini memang belum jelas, tapi dua jenis virus corona yang bergabung tetap berpotensi bahaya.
Dr Lucy van Dorp, dari Genetics Instiute di University College London, mengaku belum mendengar tentang rekombinasi virus corona. Tapi, ia juga tidak terlalu terkejut jika ditemukan rekombinasi virus corona tersebut.
Dr Marcus Blagrove, seorang ahli virologi dari Universitas Liverpool, Inggris, yang terlibat dalam studi penggunaan Artificial Intelligence (AI), mengatakan virus corona yang akan datang mungkin hasil dari rekombinasi virus tersebut.
"Jadi dua virus menginfeksi sel yang sama, kemudian bergabung dan membentuk varian baru lagi yang disebut rekombinasi virus," jelasnya.
Sebelumnya, varian baru virus corona Covid-19 Kent menjadi paling dominan di beberapa bagian di Inggris. Bahkan varian baru virus corona Inggris ini dinilai 70 persen lebih menular daripada varian aslinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026