Suara.com - Belakangan sempat ramai kabar bahwa Ratu Elizabeth tidak ingin Pangeran Harry dan Meghan Markle mengenakan nama keluarga kerajaan. Para ahli kerajaan menyebut bahwa Ratu Elizabeth tidak ingin nama keluarga tercemar karena mereka.
Dilansir dari Metro, peengamat kerajaan telah menelaah berita hari ini bahwa Sussex tidak akan kembali sebagai anggota keluarga kerajaan yang bekerja. Pernyataan itu tepat setahun setelah mereka pertama kali keluar dari Inggris untuk pindah ke AS.
Penulis biografi Harry Angela Levin mengatakan kepada Mirror bahwa dia sama sekali tidak terkejut 'oleh tindakan terbaru raja. Dia mengatakan istana menjadi prihatin pada mundurnya Harry dan Meghan sejak meninggalkan negara itu dan ini mendorong Ratu untuk bertindak.
"[Ratu] tidak ingin nama keluarga kerajaan tercemar seperti itu dan ini, menurut saya, melewati garis merah," kata Levin.
"Dia perempuan yang sangat sabar, dia bukan seorang micromanager. Dia membiarkan anak-anak dan cucu-cucunya melakukan apa yang mereka inginkan sampai batas tertentu dan ketika mereka melangkahi itu, dia turun/"
Levin melanjutkan bahwa Istana Buckingham mengumumkan pada hari Jumat bahwa tidak mungkin bagi pasangan itu untuk melanjutkan tanggung jawab dan tugas yang menyertainya.
Komentator Peter Hunt memberi tahu LBC bahwa Ratu bisa menemukan cara untuk memungkinkan pasangan itu melanjutkan peran mereka dan 'sejarah akan menilai' raja atas penolakannya untuk melakukan ini.
"Perasaan saya adalah bahwa di mana kita berdiri sekarang sebenarnya bahwa sejarah akan datang untuk menilai Ratu dengan buruk atas keputusan ini," kata dia.
"Ini adalah keputusan keluarga. Ini adalah keputusan seorang raja tentang seorang cucu. Dia adalah cucunya dan dia adalah putra dari calon raja, dan kompromi bisa saja dibuat."
Baca Juga: Pangeran Philip Sakit dan Dirawat, Pangeran Harry Siapkan Jet Pribadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?