Suara.com - Proses vaksinasi tahap dua Covid-19 sudah mulai dilakukan sejak Rabu, 17 Februari 2021 lalu. Sasaran pemberian vaksin tahap dua adalah mereka para pekerja publik seperti guru, dosen, pedagang pasar, pejabat negara, atlet, jurnalis, dan lain-lain.
Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang menghawatirkan proses vaksinasi, terutama mereka yang memiliki masalah jiwa termasuk penyakit gangguan mental.
Menurut Spesialis Kedokteran Jiwa, Dr, Andri, SpKj, FAPN, masyarakat yang memiliki penyakit atau gangguan mental harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan vaksinasi Covid-19.
Kata Andri, mereka yang memiliki penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit autoimun, dan lain-lain yang terkontrol dengan baik, tidak memiliki masalah ketika melakukan vaksinasi. Hal tersebut karena pada dasarnya vaksin merupakan virus yang telah dimatikan, sehingga aman untuk tubuh.
"Untuk masyarakat yang memiliki penyakit sebenarnya aman-aman saja untuk vaksinasi, selama semuanya terkontrol dengan baik. Namun, sebelum melakukannya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu," ucap Dr, Andri, SpKj, FAPN, melalui channel YouTube pribadinya Andri Psikomatik.
Berbeda dengan pasien yang memiliki penyakit penyerta, seseorang yang mengalami gangguan mental, kata Andri, membutuhkan perhatian khusus.
Hal ini terjadi karena penderita gangguan mental memiliki masalah berbeda. Seseorang yang memiliki gangguan misalnya, gerd anxiety psikosomatik, harus membuat dirinya tenang terlebih dahulu sebelum melakukan vaksinasi daripada memperparah efek samping yang ditimbulkan.
Efek samping dasar dari proses vaksinasi biasanya pegal-pegal pada tubuh. Sementara Andri mengatakan, seseorang yang memiliki gangguan gerd anxiety psikosomatik, berisiko mengalami panik berlebihan dan berdampak tidak baik.
Oleh karena itu, sebelum melakukan vaksinasi Covid-19, penderita gangguan mental harus berkonsultasi terlebih dahulu agar perasaannya menjadi tenang.
Baca Juga: Studi Baru Menyarankan Penyintas Covid-19 Perlu Mendapat Satu Dosis Vaksin
"Orang dengan gerd anxiety psikosomatik lebih sensitif tubuhnya. Biasanya mereka suka pegal-pegal. Kalau disuntik terus terasa efek sampingnya, bisa membuatnya semakin panik. Jadi nanti malah disangka karena vaksinansi yang dilakukan," tutur Andri.
Hal yang sama juga harus dilakukan untuk orang-orang dengan fobia jarum suntik. Menurut Andri, lebih baik untuk menunda vaksinasi sampai perasaan tersebut hilang. Hal ini karena seseorang yang fobia bisa mengalami ketakutan yang berlebih, kejang, hingga pingsan.
Namun, Andri mengatakan, pada dasarnya orang yang memiliki berbagai penyakit dan gangguan mental tidak masalah untuk melakukan vaksinasi.
Hanya saja, sebelum melakukannya lebih baik kontrol terlebih dahulu, apakah tubuhnya sudah siap vaksinasi atau belum. Biasanya, dokter akan memberi tahu apakah harus menunda terlebih dahulu atau pasien tersebut sudah siap melakukan vaksinasi.
"Jadi untuk masyarakat yang memiliki penyakit atau gangguan ketika ingin melakukan vaksinasi, diharap konsultasi terlebih dahulu untuk mengetahu apakah tubuhnya sudah siap atau belum, “ ucapnya. / Fajar Ramadhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi