Suara.com - Guinea akhirnya meluncurkan program vaksinasi Ebola hari ini, Selasa (23/2/2021), setelah tertunda akibat penerbangan yang membawa vaksin mundur karena adanya badai debu Sahara.
Ebola kembali mewabah di Afrika Barat sejak pekan lalu. Ini adalah kasus berulang sejak epidemi 2013 hingga 2016 lalu yang menewaskan lebih dari 11.300 orang. Belasan ribu korban tersebut berasal dari Guinea, Liberia, dan Sierra Leone, lapor Medical Xpress.
Awalnya, kampanye vaksinasi harus ditunda satu hari setelah pesawat yang membawa lebih dari sebelas ribu dosis vaksin Ebola tidak dapat mendarat di ibukota Guinea, Conakry, karena badai debu.
Penerbangan khusus yang membawa vaksin Merck akhirnya mendarat di Guinea Senin (22/2/2021) malam.
Otoritas kesehatan mengatakan beberapa dosis akan langsung dikirimkan ke Nzerekore, ibu kota wilayah hutan tenggara Guinea di mana lima orang baru-baru ini meninggal karena Ebola. Vaksinasi juga akan dilakukan di Conakry pada Selasa.
Ebola menyebabkan demam tinggi dan, dalam kasus terburuk, pendarahan hebat. Infeksi ini ditularkan melalui kontak dekat dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.
Orang yang tinggal bersama atau merawat pasien Ebola memiliki risiko paling besar tertular.
Selain Guinea, penyakit ini juga beberapa waktu lalu muncul kembali di Republik Demokratik Kongo.
Selanjutnya, sebanyak 8.700 dosis vaksin akan tiba dari Amerika Serikat pada Rabu (24/2/2021).
Baca Juga: Hendak Menyeberang ke Eropa, Puluhan Migran Afrika Ditemukan di Dalam Kargo
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem