Suara.com - Sebuah penelitian menemukan virus corona Covid-19 pada ibu hamil tidak meningkatkan risiko keguguran maupun bayi lahir mati.
Tapi, penelitian terhadap lebih dari 4.000 ibu hamil yang tertular virus corona Covid-19 menunjukkan bahwa mereka lebih mungkin mengalami kelahiran prematur.
Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Imperial College London dan jurnal Ultrasound in Obstetrics and Gynecology, yang menggunakan data ibu hamil dari Inggris dan Amerika Serikat tahun 2020 lalu.
Para ahli menemukan tidak ada bayi yang meninggal karena virus corona Covid-19 selama penelitian. Mereka juga tidak menemukan peningkatan risiko berat badan bayi lahir rendah.
Tapi, risiko kelahiran prematur akibat virus corona Covid-19 meningkat antara 57 hingga 60 persen. Sekitar 1 dari 50 bayi baru lahir yang ibunya positif virus corona Covid-19 berisiko lahir prematur.
Profesor Christoph Lees, penulis senior studi dari Departemen Metabolisme, Pencernaan dan Reproduksi Imperial, mengatakan temuan virus corona Covid-19 tidak meningkatkan risiko bayi lahir mati ini sangat menyakinkan.
"Tapi, virus corona Covid-19 ini telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi bayi lahir prematur yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya," jelas Cristoph Lees dikutip dari The Sun.
Berdasarkan data 1.606 ibu hamil di Inggris yang telah terkonfirmasi positif virus corona Covid-19, sebanyak 12 persen melahirkan prematur. Angka rata-rata nasional adalah sekitar 7,5 persen.
Dr Ed Mullins dari Imperial juga mengatakan studi ini mendukung prioritas vaksinasi untuk wanita yang sedang hamil atau berencana hamil. Tindakan ini bisa melindungi ibu hamil dari infeksi dan mengurangi kelahiran prematur.
Baca Juga: Peneliti Kini Mengkhawatirkan Varian Virus Corona dari California, Mengapa?
Sebelumnya, lebih dari 60 ribu kasus bayi lahir prematur sebelum 37 minggu terjadi di Inggris setiap tahunnya. Mereka lebih berisiko meninggal dunia dan lebih mungkin membutuhkan perawatan intensif setelah lahir.
"Tapi, temuan penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada peningkatan risiko bayi lahir mati dan kematian neonatal dini pada wanita yang tertular virus corona saat hamil," kata Profesor Fiona Watt, Ketua Eksekutif Dewan Riset Medis.
Penelitian ini sangat menarik, tetapi lebih banyak penelitian untuk menentukan cara kerja virus corona Covid-19 ketika menyerang ibu hamil dan memicu kelahiran prematur.
Karena, sebanyak 12 dari 4.004 wanita hamil meninggal dalam penelitian tersebut. Namun, para ahli mengklaim tingkat kematian ibu hamil dengan virus corona ini sama dengan kalangan masyarakat umum. Jadi, tidak ada bukti bahwa kehamilan meningkatkan risiko kematian ketika terinfeksi virus corona.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian