Suara.com - Saat mata gatal, seringkali kita refleks menggaruk atau bahkan mengucek dengan tangan. Padahal tindakan itu sangat tidak dianjurkan karena bisa memperparah kondisi mata. Terutama jika mata memang sudah memerah.
"Kalau memang awalnya mata merah, pasti akan bikin mata tambah merah karena kucekan itu sendiri sedikit banyak memberikan trauma di area selaput mata," jelas Dokter spesialis mata dr. Anissa Nindhyatriayu BMedSc (Hans), Sp.M., dikutip dari siaran langsung Instagram bersama Rumah Sakit Universitas Indonesia, Rabu (24/2/2021).
Terlebih jika kuku tangan terlalu panjang bisa menambah risiko mata jadi lecet. Menurut dokrer Anissa, kondisi cukup sering dialami oleh perempuan. Masalah ketiga jika mengucek mata juga bisa menyebabkan masuknya kuman yang terbawa dari tangan.
"Kalau tidak terbiasa cuci tangan rutin di setiap kesempatan, justru tangan kita membawa banyak sekali kuman. Jadi dengan kita mengucek mata justru mengekspos mata dengan kuman tersebut, yang ada malah jadi tadinya mata merah hanya karena mata kering justru jadi berkembang infeksi matanya," papar dokter Anissa.
Daripada menguceknya, Ia menyarankan jika mata gatal atau terasa kering lebih baik membasuh dengan artificial tears atau obat tetes mata. Jika mata tidak kunjung membaik atau bahkan bertambah buruk dengan mengganggu penglihatan atau bertambah merah, baru segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
"Kalau disertai dengan penurunan penglihatan dalam arti pandangan jadi buram, itu sebaiknya memang diperiksakan ke dokter karena banyak kemungkinan yang terjadi dengan penurunan penglihatan," jelasnya.
Berbagai faktor bisa terjadi hingga menyebabkan gangguan penglihatan. Salah satu kemungkinannya bisa terjadi infeksi yang lebih berat.
"Atau suatu infeksi lain di bola mata, itu yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Mau nggak mau harus datang ke dokter," kata dokter Anissa.
Baca Juga: Vicky Prasetyo Alami Mata Merah dan Berair, Benarkah Gejala Virus Corona?
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?