Suara.com - Pemerintah tengah menggodok vaksin gotong royong alias vaksin mandiri. Apa bedanya dengan vaksinasi gratis?
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Siti Nadia Tarmizi M. Epid mengatakan jika vaksinasi Gotong Royong untuk Covid-19 diperuntukkan para buruh atau karyawan perusahaan swasta yang biayanya dibebankan kepada perusahaan tersebut.
Berikut beberapa perbedaan vaksin gotong royong dan vaskin program pemerintah, yang berhasil dirangkum suara.com:
1. Tidak dibiayai negara, tapi penerima tak perlu bayar
Sehingga perbedaan vaksin program pemerintah dan vaksin gotong royong ini hanyalah ada dari sumber pendanaanya saja.
Namun untuk penerima vaksin karyawan maupun buruh swasta mereka tidak perlu membayar apapun.
"Seluruh penerima vaksin gotong royong tidak akan dipungut biaya apapun. Atau dalam hal ini tidak perlu ada pembayaran dan diberikan secara gratis oleh perusahaan yang melakukan vaksinasi gotong-royong," jelas Siti Nadia dalam konferensi pers, Jumat (26/2/2021).
Meski begitu untuk vaksin gotong royong, Kemenkes RI nantinya tetap akan meminta data karyawan yang sudah disuntik vaksin oleh pihak perusahaan di luar dari jumlah penerima vaksin program pemerintah.
2. Pemberian vaksin tidak di Puskesmas dan RSUD
Baca Juga: Kehadiran Vaksin Mandiri Untungkan Pemerintah, Ini Penjelasannya
Perbedaan lain dengan vaksin program pemerintah dengan vaksin gotong royong adalah fasilitas kesehatan atau tempat penyuntikkan milik pemerintah.
Tidak di puskesmas, tidak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) atau tidak di fasilitas usaha milik negara.
"Bagi badan hukum atau badan usaha yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan yang tentunya memenuhi syarat untuk memberikan vaksinasi. Maka pelayanan vaksinasi gotong-royong dapat dilakukan di fasilitas tersebut," papar Siti Nadia.
3. Menggunakan jenis vaksin berbeda
Jika vaksin Covid-19 program pemerintah menggunakan Sinovac, Novavax, AstraZeneca, Covax/ GAVI dari WHO, dan vaksin Pfizer.
Maka vaksin gotong royong tidak menggunakan sederet vaksin tersebut, karena akan terpisah.
Berita Terkait
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di DKI Jakarta: Kolaborasi Menuju Nol Kematian 2030
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal