Suara.com - Penanganan pasien Covid-19 dengan komorbid asma seperti Rina Gunawan menjadi berita kesehatan paling banyak dibaca hari ini, Selasa (2/3/2021).
Ada juga pembahasan tentang berkeringat yang bukan tanda membakar lemak hingga sifat virus Corona Brasil yang mudah menular.
Simak berita kesehatan menarik lainnya seperti dirangkum Suara.com, berikut ini.
1. Belajar dari Rina Gunawan, Ini Panduan Cegah Covid-19 untuk Pasien Asma!
Rina Gunawan sempat dinyatakan positif virus corona Covid-19 dan rawat inap seminggu di ICU, sebelum meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina (RSPP) Simprug, Jakarta Selatan sore tadi.
Teddy Syah, suami Rina Gunawan mengatakan istrinya meninggal dunia karena sesak napas yang dialaminya. Tapi, ia memang belum bisa memastikan kematian istrinya ini berkaitan dengan virus corona Covid-19 atau tidak.
2. Jangan Salah, Berkeringat Saat Olahraga Bukan Tanda Tubuh Membakar Lemak
Berolahraga baik untuk kesehatan dan kebugaran fisik. Beberapa orang bahkan melakukan olahraga sebagai salah satu upaya menurunkan berat badan. Namun banyak yang salah kaprah, mengira kalau keringat yang mengalir deras setelah olahraga sebagai tanda bahwa tubuh membakar lemak.
Baca Juga: Rina Gunawan Ingin Kurus Agar Bisa Menyaksikan Anak-anaknya Menikah
Faktanya, tidak selalu demikian. Praktisi kesehatan dr. Boy Abidin, Sp.OG (K)., menjelaskan bahwa fungsi keringat sebenarnya untuk mempertahankan suhu tubuh tetap stabil selama berolahraga. Pembakaran lemak terjadi lebih karena disebabkan aktivitas kardiovaskular yang bisa meningkatkan denyut jantung.
3. Tak Cuma Mudah Menular, Virus Corona Brasil Mampu Hindari Kekebalan Alami
Peneliti menemukan varian baru virus corona yang pertama kali ditemukan di Brasil, P.1, dua kali lebih mudah menular dibanding beberapa jenis virus lainnya.
Tidak hanya itu, varian ini juga lebih mungkin untuk bisa menghindari kekebalan alami yang terbentuk dari infeksi Covid-19 sebelumnya.
Berita Terkait
-
Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah
-
Terpopuler Kesehatan: Obat Fomepizole untuk Gagal Ginjal Akut, Waspada Varian Omicron XBB Masuk Indonesia
-
Terpopuler Kesehatan: Cara Menaikkan Tekanan Darah Atasi Hipotensi, Henti Jantung Penyebab Kematian Tragedi Itaewon
-
Bahaya Lansia Sering Tidak Nafsu Makan dan Berita Kesehatan Terpopuler Lainnya
-
Terpopuler Kesehatan: Ramuan Herbal untuk Anak Batuk Pilek, Cara Pertolongan Pertama Sesak Napas
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026