Suara.com - Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Halodoc dan Gojek membuat program vaksinasi berjalan (drive-thru) yang mulai dilaksanakan pada Rabu, (3/3/2021). Program ini merupakan inovasi dalam melaksanakan vaksinasi tahap kedua yang dilakukan di masyarakat.
Dalam program tersebut, proses vaksinasi dibantu oleh pihak Rumah Sakit Hermina dan JIExpo Kemayoran, Jakarta, sebagai tempat pelakasanaan. Program vaksinasi drive-thru ini difokuskan kepada lansia dan pekerja publik sesuai dengan sasaran tahap kedua yang diterapkan oleh pemerintah.
Di tempat pelaksanaan, terdapat empat pos yang disediakan. Untuk pos pertama merupakan tahapan registrasi. Sebelumnya masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi harus mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi halodoc, lalu membawa bukti ke tempat pelaksanaan. Proses vaksinasi ini juga hanya melayani masyarakan yang mendaftar melalui aplikasi. Oleh karena itu, masyarakat yang datang tanpa melakukan pendaftaran tidak bisa melakukan vaksinasi.
Setelah itu, pada pos kedua merupakan tahap screening atau pemeriksaan kesehatan. Pada tahap ini, masyarakat yang akan melakukan vaksinasi harus diperiksa terlebih dahulu kondisi kesehatan. Pemerikasaan ini terdiri atas pengecekan temperatur, tekanan darah, dan saturasi oksigen. Pemerikasaan dilakukan apakah kondisi tubuhnya sudah siap melakukan vaksinasi atau belum. Pada pos dua, terdiri atas 10 pos, yaitu 6 untuk mobil dan 4 untuk motor.
Jika telah lolos tahap pemeriksaan, selanjutnya pada pos tiga merupakan proses vaksinasi. Masyarakat akan disuntikkan vaksin yang telah tersedia. Dalam pos ini telah tersedia 6 tempat untuk motor dan 2 tempat untuk mobil.
Setelah disuntik vaksin, masyarakat harus menunggu selama 30 menit di pos keempat, untuk observasi. Hal ini guna mencegah timbulnya kejadian pascaimunisasi. Pada pos keempat disediakan tenda untuk pengendara motor, sementara yang membawa mobil menunggu di dalam kendaraan.
Di tempat pelaksanaan juga telah disediakan ambulans dan ICU jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Jika terjadi sesuatu, masyarakat juga diminta untuk klakson sebagai tanda keadaan darurat. Namun, sejauh pelaksanaan vaksinasi, tidak ada masalah dan aman untuk masyarakat.
Setiap masyarakat yang melakukan vaksinasi juga diharuskan membawa pendamping untuk menjaga sekaligus menjadi teman menunggu saat proses penyuntikan telah dilakukan. Jika dalam proses proses vaksinasi selama 30 menit aman dan tidak terjadi sesuatu, akan diizinkan untuk kembali ke rumah.
Bagi masyarakat yang telah melakukan vaksinasi, untuk penyuntikan dosis kedua akan diinfokan kembali waktunya melalui aplikasi. Tidak hanya itu, masyarakat yang telah melakukan vaksinasi juga diberikan sertifikat sebagai bukti telah melakukan penyuntikkan. (Fajar Ramadhan)
Baca Juga: Khawatir Terpapar di Rumah, DPRD DKI Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance