Suara.com - Kebanyakan orang mungkin melakukan diet dengan tujuan agar memiliki tubuh yang lebih langsing. Harapannya juga untuk memiliki tubuh yang ideal agar bisa menambah kepercayaan diri.
Namun terkadang beberapa orang terlalu tergesa-gesa saat diet sehingga berat badan turun terlalu drastis. Diet ketat tanpa arahan dari dokter sebenarnya tidak dianjurkan. Apalagi jika dilakukan dalam waktu lama.
Ketua umum Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) DR. dr. Nurpudji Taslim. Sp.KG.(K), MPH., menyarankan, diet yang sehat sebaiknya dilakukan dengan defisit kalori maksimal 1.000 dalam seminggu.
"Yang paling aman kalau melakukan diet ini hanya 500 sampai 1.000 kalori dalam 1 minggu. Jadi paling aman itu 3-4 kilo (dalam sebulan)," kata dokter Pudji dalam webinar perayaan Hari Obesitas Sedunia, Rabu (3/3/2021).
Ia menyampaikan, berat badan yang turun secara perlahan justru lebih aman bagi tubuh dibandingkan jika berkurang secara drastis dalam waktu singkat. Untuk menentukan target diet, dokter Pudji juga menyarankan, sebaiknya turun berat badan cukup 5-10 persen dari berat badan awal.
"Sebenarnya dengan menurunkan 10 persen dari berat badan, misalnya dari 80 jadi 72, itu sudah bisa menurunkan 30 persen dari parameter yang ada. Misalnya HDL sudah turun, kolesterol sudah turun. Jadi kalau dia secara perlahan-lahan dia akan kembali ke arah normal," jelasnya.
Diet yang tergesa-gesa dan turun berat badan secara drastis juga berisiko menyebabkan sindrom yoyo.
Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., mengatakan, jika berat badan terlalu cepat turun maka kemungkinan naik juga bisa lebih cepat.
"Yang kita takutkan kalau penurunan berat badan yang terlalu cepat itu terjadi sindrom yoyo. Jadi kalau terlalu cepat, naiknya lagi jadi lebih cepat bahkan lebih banyak. Jadi kita anjurkan penurunan berat badan gradual tapi tetap dipertahankan penurunan berat badannya sesuai dengan yang diinginkan," papar dokter Suas.
Baca Juga: Dampak Negatif dan Dampak Positif Diet Bagi Tubuh
Walau begitu, penurunan berat badan secara drastis sebenarnya tak berpengaruh secara langsung terhadap sistem imun.
Tetapi, orang yang mengalami berat badan berlebih atau bahkan obesitas memang sudah menyebabkan imunitas menurun.
Berita Terkait
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
-
Shindy Samuel Bongkar Perlakuan Rendy Selama Nikah, Pernah Diludahi hingga Nafkah Rp20 Ribu Sehari
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif