Suara.com - Berkurangnya aktivitas di luar rumah selama pandemi Covid-19, membuat beberapa orang mulai mengeluhkan kondisi bentuk badan yang sudah tidak ideal lagi.
Salah satu keluhan yang muncul adalah perut bergelambir dan perut buncit. Sebelum kita berbicara tentang solusinya, mari kita pahami apa itu perut bergelambir.
Dilansir melalui Healthshots, perut bergelambir atau juga disebut perut pannus atau perut celemek, terjadi ketika perut dan lemak yang mengelilingi organ dalam mengembang karena penambahan berat badan atau kehamilan.
Ini menghasilkan timbunan lemak tambahan di omentum, yang merupakan lipatan mirip celemek di bawah otot perut dan di depan usus Anda.
Bukan berarti setiap orang memiliki perut celemek yang sama, ukurannya bisa berbeda-beda.
Secara umum ada dua penyebab bergelmabir, yakni melahirkan dan bertambahnya berat badan. Meskipun demikian, bukan berarti hal itu tidak hanya terjadi pada wanita yang kelebihan berat badan.
Memiliki perut celemek meningkatkan risiko jenis kanker tertentu, termasuk kanker ovarium, dan dikaitkan dengan insiden penyakit jantung dan diabetes tipe 2 yang lebih tinggi.
Apakah mungkin untuk mengecilkan perut celemek?
Pertama-tama, penting untuk fokus pada kesehatan secara keseluruhan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur.
Baca Juga: Daftar 9 Makanan yang Bisa Bikin Perut Tambah Buncit
Anda tidak dapat merawat perut celemek secara terpisah, karena ini merupakan kombinasi dari pengurangan berat badan secara keseluruhan dan opsi non-bedah.
Saat Anda menurunkan berat badan, timbunan lemak Anda berkurang. Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa melakukan sit-up dan sit-up akan membantu.
Nah, hal tersebut tentunya akan memperkuat otot-otot perut, namun tidak akan membuat apron belly Anda hilang. Itu karena ada dua lapisan lemak di area perut, itulah sebabnya sulit menurunkan berat badan!
Itulah mengapa alih-alih berfokus pada latihan fitik, cobalah dan lakukan latihan di mana Anda bergerak dengan berbagai cara.
Selain itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan sehat yang rendah kalori, sambil berolahraga secara teratur.
Anda juga bisa menjalani perawatan bedah, tetapi seringkali mahal. Ada proses yang disebut panniculectomy yang menghilangkan pannus. Ini tidak mengencangkan otot perut dengan menghilangkan kulit dan lemak ekstra, yang memberi Anda area perut yang lebih rata.
Ini juga dapat dikombinasikan dengan operasi pengencangan perut atau prosedur perut lainnya, jika diinginkan.
Bagi mereka yang tidak nyaman dengan hal ini, Anda bisa melakukan pemahatan yang keren, yang melibatkan invasi minimal dan pembekuan lemak perut yang tidak perlu.
Berita Terkait
-
Cara Mengecilkan Perut Buncit Dalam 1 Minggu, Fokus Olahraga dan Pola Makan
-
Netizen Heboh Perut Buncit Nissa Sabyan, Bapaknya Langsung 'Skakmat': Belum Hamil!
-
Rahasia Diet Tanpa Sengsara: Turun Berat Badan 10 Kg dengan Dukungan Komunitas
-
7 Rekomendasi Olahraga Mengatasi Pertu Buncit dan Hidup Lebih Sehat
-
Mulai Kurangi Konsumsinya, 8 Makanan Ini Bikin Perut Buncit Tanpa Disadari
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi