Suara.com - Pandemi Covid-19 yang telah mengubah banyak aspek kehidupan, membuat kita cemas pada apa yang akan terjadi pada diri kita. Tapi, kecemasan bukan hanya milik orang dewasa. Anak-anak pun bisa cemas. Mereka mungkin takut kalau-kalau orangtua atau diri mereka sendiri tertular Covid-19, cemas tak bisa lagi ke sekolah dan bertemu teman-teman, serta khawatir tak bisa lagi jalan-jalan dan pelesiran seperti biasanya.
Ketika anak-anak merasa cemas, peran orang tua sangat penting untuk menenangkan anak. Selain itu, memberi kekuatan pada anak juga penting dilakukan agar ia yakin hidupnya baik-baik saja.
Dilansir dari The Conversation, sebagai orangtua, Anda bertanggung jawab untuk memberikan konteks yang tepay mengenai Covid-19 kepada mereka. Dan berikut empat tips yang dapat dilakukan untuk membantu anak agar tidak cemas dengan Covid-19.
1. Memberi edukasi
Anak mungkin hanya tahu bahwa Covid-19 berbahaya, karena membuat mereka tak bisa keluar rumah. Tapi, cobalah memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang virus ini. Katakan bahwa virus ini bisa dicegah penularannya jika kita menaati protokol kesehatan seperti memakai masker ataupun cuci tangan. Jika anak bermain di luar rumah, minta ia untuk langsung membersihkan diri.
2. Jadikan pelajaran
Selain memberikan edukasi, berikan pelajaran kepada anak. Misal, jika ada orang terdekatnya yang tertular. ajarkan ia untuk melindungi diri dengan hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat, dan minum vitamin.
Selain itu, anak juga harus diajarkan untuk menghindari kerumunan, dan tidak melepas masker ketika berada di tempat umum.
3. Memberinya kekuatan
Memberi kekuatan untuk anak-anak tidaklah sulit. Yaitu alihkan pikiran anak dari hal-hal yang mencemaskannya, lalu ajak bermain dan menonton film kesukaannya. Hal ini memberi keyakinan padanya, meski pandemi tengah melanda, ia akan baik-baik saja.
Selain itu, cobalah juga untuk mengarahkan anak melakukan hal-hal produktif, misalnya mengajaknya ikut membersihkan rumah sebagai kekuatan pengalihan dari rasa panik.
Semoga dengan langkah-langkah di atas, kecemasan anak bisa diatasi, dan ia tak akan kehilangan keceriaannya di tengah pandemi.
Baca Juga: Teman atau Kerabat Mengidap Gangguan Kecemasan? Berhenti Lakukan 4 Hal Ini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan