Suara.com - Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day diperingati setiap hari Kamis kedua bulan Maret. Itu artinya tahun 2021 ini, hari ginjal sedunia jatuh pada Kamis, 11 Maret 2021.
Ginjal adalah organ vital bagi manusia, yang berfungsi menyaring darah dari garam, gula dan air berlebih. Ginjal juga berfungsi memproduksi nutrisi karena menghasilkan darah bersih.
Mirisnya, jika ginjal sudah tidak bisa menyaring darah karena rusak, kondisi itulah yang disebut dengan gagal ginjal atau sakit ginjal kronik.
Kian hari, sakit ginjal kronik semakin meningkat dan jumlahnya mencapai kurang lebih 10 persen dari populasi dunia.
"Umumnya penyakit ginjal kronik tidak merasakan sakit. Namun untuk masyarakat yang memiliki faktor resiko seperti diabetes dan tekanan darah tinggi harus rutin melakukan pemeriksaan penyakit ginjal kronik, secara sistematis untuk mencegah terkena penyakit ginjal kronik,” ujar Spesialis Penyakit Dalam dr. Tunggul Situmorang, Sp.PD-KGH, berdasarkan keterangan pers Kalbe, Rabu (10/3/2021).
Namun jika sudah terdiagnosis gagal ginjal, maka butuh terapi cuci darah atau hemodialisa menggunakan mesin canggih. Hal itu karena tubuh sudah tidak bisa otomatis mencuci darah.
“Gagal ginjal bukan akhir dari segalanya. Penyakit ginjal bisa dideteksi dini, bisa dicegah pengendaliannya jika sudah terkena dan bila sudah gagal ginjal juga masih tetap ada terapinya,” imbuh dr. Tunggul.
Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi. Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut.
"Sebab, jika kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol, maka lama-kelamaan ginjal akan rusak," terang dr. Tunggul.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Hidup, Pasien Ginjal Harus Berdamai dengan Penyakit
Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin.
Lebih dini penyakit ginjal ditemukan, dan mendapat penanganan sejak awal, maka peluang untuk sembuh pun jauh lebih besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?