Suara.com - Sebuah survei online yang dilakukan di Jepang menemukan fakta bahwa wanita hamil mengalami gangguan kecemasaan yang lebih parah saat pandemi Covid-19. Hasil temuan ini dipublikasikan di Journal of Affective Disorders Reports.
“Pandemi telah mengubah lingkungan sosial wanita hamil dan pasien yang menjalani perawatan kesuburan,” kata psikolog klinis Universitas Tohoku, Koubon Wakashima, seperti dilansir dari Healthshots.
Pembatasan yang diterapkan di Jepang membuat wanita hamil tidak dapat mengikuti kelas parenting atau melakukan perjalanan ke rumah orangtua mereka untuk mendapat bantuan persalinan.
Wakashima dan rekannya di Tohoku University, Hokkaido University, dan National Foundation of Brief Therapy memposting survei di beberapa situs kehamilan dan kesuburan menjelang akhir Mei hingga awal Juni 2020. Hampir 300 wanita hamil dan 13 wanita yang menjalani perawatan kesuburan mengikuti survei tersebut.
Analisis survei mengungkapkan bahwa wanita hamil di Jepang memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Tingkat kecemasan ini terkait dengan meningkatnya kebutuhan akan monitoring kesehatan mereka sendiri.
Wanita hamil yang menganggap layanan jejaring sosial sebagai sumber informasi penting mengungkapkan bahwa tingkat kecemasan mereka lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang lebih menyukai koran dan TV sebagai sumber informasi.
Para peneliti kemudian membandingkan hasil survei mereka dengan hasil survei serupa yang dilakukan di Iran, dan menemukan bahwa wanita hamil di Jepang menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita hamil di Iran.
Para ilmuwan mengakui bahwa penelitian mereka memiliki beberapa keterbatasan, misalnya, kemampuan untuk menilai hubungan kausal yang ketat antara kecemasan dan berbagai perilaku saat menghadapi masalah, dan kurangnya informasi rinci tentang konten media yang diakses perempuan tersebut.
Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa peningkatan komunikasi sangatlah penting karena dapat membantu ibu hamil mengatasi perasaan cemas.
Baca Juga: Minta Maaf Hindari Media, Rachel Vennya Akui Punya Gangguan Kecemasan
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI