Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperbarui panduan untuk menjalankan program perawatan anak di beberapa area di tengah pandemi virus corona Covid-19.
Panduan baru dari CDC ini ditujukan untuk semua jenis program penitipan anak, termasuk pusat penitipan anak, rumah penitipan anak keluarga dan program taman kanak-kanak.
Hal ini bertujuan mencegah penularan virus corona Covid-19 di tempat penitipan anak, seperti rekomendasi penggunaan masker dan informasi bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus.
"Selama pandemi, orangtua dan pengasuh menghadapi tugas menantang untuk menyeimbangkan tanggung jawab pengasuhan anak dengan tanggung jawab terhadap pekerjaan virtual yang terbatas selama pandemi," kata Dr Rochelle Walensky, direktur CDC dikutip dari Fox News.
Dr Rochelle memahami bahwa program penitipan anak dan pendidikan anak usia dini sangat penting untuk perkembangan masa kanak-kanak yang sehat.
Layanan yang ditawarkan oleh program ini penting bagi orangtua yang bekerja dan meyediakan lingkungan aman, stabil dan mengasuhnya untuk mempersiapkan mereka kembali ke sekolah.
Selain itu, mereka juga mengembangkan lingkungan sosial dan sosial yang kritis keterampilan emosional bagi anak-anaknya.
Dr Rochelle mengatakan bahwa pandemi virus corona sekarang ini menimbulkan tantangan bagi pusat penitipan anak. Sehingga, CDC kembali merilis panduan baru berdasarkan sains terbaru.
Adapun strategi pencegahan yang direkomendasikan, termasuk memakai masker, tinggal di rumah saat sakit dan menjaga kebersihan tangan yang baik. Semua itu bisa memungkinkan program pengasuhan anak beroperasi dengan aman dan mengurangi penyebaran virus corona.
Baca Juga: Bikin Emosi! Pembeli Tanya Stok Masker Olshop, Malah Ledek Barang Tak Laku
"Panduan yang diperbarui juga menekankan pentingnya memakai topeng untuk anak-anak yang berusia lebih dari 2 tahun dan semua staf, kecuali saat makan dan tidur," jelas Dr Rochelle.
Pembaruan panduan ini juga bertepatan dengan beberapa negara bagian, merekomendasikan bahwa staf yang mengajar juga perlu menggunakan masker secara konsisten dan benar. Masker juga bukanlah pengganti jarak fisik.
"Pakai masker sangat penting di dalam ruangan, ketika jarak fisik dulit diterapkan saat memberikan perawatan kepada anak kecil," jelas panduan tersebut.
Panduan baru ini juga melarang penggunaan pelindung wajah atau face shield atau kacamata sebagai pengganti masker. Bahkan bayi baru lahir atau bayi juga tidak boleh mengenakan face shield.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?