Suara.com - Virus corona Covid-19 bisa berdampak banyak hal dan berbeda-beda pada setiap orang, mulai dari berdampak pada organ vital hingga bagian tubuh lain yang kurang umum.
Ada juga beberapa reaksi tidak menyenangkan yang sulit dihadapi dan merusak fungsi internal tubuh, termasuk cara Anda makan, minum, dan mengunyah.
Salah satunya, lidah Covid-19 atau Covid-19 tongue. Virus corona Covid-19 ini bisa mengubah penampilan lidah Anda, yang telah banyak dialami pasien.
Meskipun ada banyak faktor yang memengaruhi kesehatan lidah, mengidentifikasi gejala lidah bermasalah akibat virus corona Covid-19 mungkin lebih sulit.
Saat ini, belum jelas lidah Covid-19 merupakan dampak langsung dari virus atau respons umum terhadap kondisi badan yang sedang sakit.
Meski demikian, mengidentifikasi tanda-tanda infeksi bisa memudahkan diagnosis. Berikut ini dilansir dari Times of India, tanda-tanda yang harus diperhatikan.
1. Lesi dan benjolan
Jika Anda mengalami infeksi aktif di tubuh, salah satu tanda nyeri yang mungkin Anda alami termasuk lesi dan benjolan di lidah dan gusi.
Dalam beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami borok yang parah di permukaan lidah. Semua ini tanda iritasi atau alergi yang berkembang.
Baca Juga: Ancaman Baru, Ahli China Temukan Virus Baru dari Kelelawar Mirip Covid-19
Meskipun kondisi ini bisa hilang setelah beberapa waktu. Tapi, kondisi ini bisa menjadi sensai yang sulit dan menyakitkan hingga memengaruhi pola makan.
2. Mulut kering
Mulut atau lidah kering juga merupakan pertanda mulut kesulitan melakukan tugas utamanya, yaitu mengeluarkan air liur. Terkadang, mulut kering juga bisa terjadi akibat infeksi virus atau autoimun.
Dehidrasi, penggunaan obat-obatan atau kebiasaan makan buruk, yang semuanya bisa terjadi akibat infeksi virus sehingga menyebabkan mulut kering.
Selain itu, mulut kering juga bisa menyebabkan bibir pecah-pecah, kekeringan, tukak lidah, infeksi gusi dan kerusakan gigi. Karena itu, Anda harus konsultasi dengan dokter bila mengalami gejala tersebut.
3. Dygeusia atau perubahan rasa
Dygeusia atau kerusakan selaput pelangi adalah sensasi umum yang dialami pasien Covid-19, yang terkadang membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sembuh.
Menurut studi kasus, Covid-19 mungkin tidak hanya memengaruhi indra penciuman, tetapi juga dysgeusia. Pasien bisa mengalami rasa logam di mulut, yang mungkin sulit mencerna makanan.
Dalam kasus tertentu, dysgeusia dan hypogeusia (penurunan sensitivitas rasa) juga dapat mendahului tanda klasik lain dari infeksi virus. Karena itu lakukan pengujian segera.
4. Perubahan sensasi lidah
Iritasi mulut, pembengkakan dan penggandaan patogen di dekat rongga mulut bisa membuat lidah terasa aneh. Kondisi ini juga bisa menyebabkan iritasi mulut, membuat bibir, lidah atau lebih teriritasi dari biasanya.
5. Perubahan warna lidah
Salah satu tanda yang paling mendesak dari lidah tidak sehat adalah perubahan warna lidah yang nyata. Lidah yang sehat seharusnya berwarna merah muda.
Infeksi virus, alergi, peradangan bisa menyebabakn benjolan yang signifikan, benjolan dan perubahan warna serta tekstur yang biasanya Anda lihat. Pasien juga terkadang melihat bercak di lidah yang terlihat putih, hitam atau berwarna gelap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat