Suara.com - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB mengaku miris melihat kondisi mantan anggota tim nasional bola voli putri, Aprilia Manganang, yang diketahui mengidap kelainan hipospadia berat di saat usianya sudah dewasa.
"Kasus Aprilia ini sedang ramai dibicarakan karena adanya perubahan status dari seorang wanita menjadi seorang pria. Sayang memang kondisi ini diketahui setelah beliau berumur 28 tahun," ujar Prof. Ari berdasarkan keterangannya kepada suara.com, Senin (15/3/2021).
Hipospadia adalah cacat lahir pada anak laki-laki, dimana (uretra) lubang keluarnya air seni atau urin maupun air mani tidak terletak di bagian kepala batang penis.
Lubang saluran uretra itu bisa muncul di mana saja, salah satunya di bawah batang penis dekat dengan buah zakar (testis) atau disebut dengan Hipospadia Penoscrotal.
Bisa juga lubang saluran uretra terletak di sepanjang bagian bawah kepala penis, atau disebut dengan Hipospadia Midshaft .
Ada juga lubang saluran uretra terletak di salah satu tempat di dekat kepala penis, kondisi ini disebut dengan Hipospadia subcoronal.
"Dia (Aprilia) mengalami hipospadia berat dimana lubang kencingnya (uretra) tidak pada lokasi yang normal, tidak di ujung kemaluan, tetapi di pangkal kemaluan," terang Prof. Ari.
Kondisi hipospadia berat seperti yang dialami Aprilia memang kerap membuat banyak orang salah mengira lantaran bentuk alat kelaminnya yang tidak jelas.
"Hipospadia ini merupakan kelainan bawaan dan jarang terjadi. Kalau kita melihat jenis kelamin seseorang dewasa, memang kita bisa lihat fenotip (struktur dan bentuk)nya," papar Prof. Ari.
Baca Juga: Aprilia Manganang Alami Hipospadia, Ini Kata IDI
"Untuk wanita, bisa dilihat genetalia luar dan genetalia dalam. Pada wanita jelas bentuk kelamin wanita dengan bentuk ada klitoris, bibir dalam, bibir luar dan selaput dara (himen), Selain itu bentuk payudara juga bisa terlihat dengan jelas bentuk seperti layaknya payudara wanita dewasa," pungkas Prof. Ari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem