Suara.com - Kanker usus adalah istilah umum kanker usus besar, yang merupakan bagian dari sistem pencernaan. Kondisi ini juga biasanya mengganggu kebiasaan buang air besar, tergantung pada letak kanker.
Perubahan kebiasaan buang air besar ini sering kali merupakan tanda peringatan pertama kanker usus. Sayangnya, orang sering kali tidak menyadari kondisi ini karena gejalanya yang tidak jelas dan tidak meninggalkan rasa sakit.
Menurut Health Body Colorectal Cancer Alliance (CCA), ukuran feses yang lebih besar atau keras dan membuat sakit ketika BAB biasanya mengindikasikan kanker usus. Sedangkan, perubahan lainnya termasuk:
- Diare intermiten atau konstan
- Sembelit
- Perubahan konsistensi kotoran
Karena tanda-tanda awal kanker sering kali tidak terasa sakit, penting untuk tidak menunggu dan segeralah menemui dokter.
"Ingat, deteksi dini bisa menyelamatkan hidup Anda," jelas CCA dikutip dari Express.
Menurut NHS, dokter biasanya akan bertanya tentang gejala yang Anda rasakan dan riwayat keluarga Anda. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan colok dubur (DRE) dan memeriksa perut (abdomen).
Semua cara itu adalah langkah terbaik untuk memeriksa adanya benjolan di perut dan bagian bawah (rektum) atau tidak.
Faktor risiko
Sejauh ini, penyebab kanker usus masih belum jelas. Tapi, penelitian menunjukkan beberapa faktor yang bisa membuat Anda lebih mungkin mengembangkannya.
Baca Juga: WHO Rekomendasikan Vaksin Johnson & Johnson untuk Varian Baru Virus Corona
Anda berisiko menderita kanker usus jika memiliki satu atau dua faktor risiko. Banyak penelitian menunjukkan bahwa keseringan makan daging merah dan makanan olahan meningkatkan risiko kanker usus.
Faktor risiko lainnya adalah obesitas. Anda bisa dikatakan obesitas billa kelebihan berat badan dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi.
Anda juga berisiko mengembangkan kanker usus bila memiliki kebiasaan buruk merokok tembakau, minum alkohol, usia dan memiliki riwayat keluarga kanker usus.
Berita Terkait
-
Putin Selalu Bawa Pulang Urin dan Kotoran BAB Usai Kunjungan Luar Negeri, Alasannya Nggak Main-main!
-
Kanker Usus! Dokter Ungkap Biang Keladinya Sering Kita Konsumsi
-
Waspada! Kanker Usus Kini Ancam Anak Muda, Bukan Lagi Penyakit Lansia
-
Bukan Lagi Penyakit Orang Tua: Ketika Kanker Kolorektal Menyasar Generasi Milenial dan Gen Z
-
Mengenal Kolonoskopi: Langkah Awal yang Menyelamatkan Nyawa dari Kanker Usus Besar
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak