Suara.com - Program vaksinasi Covid-19 terus digalakan diseluruh dunia untuk menghambat penularan virus corona. Lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 terjadi, virus corona SARS Cov-2 itu telah menginfeksi 123,84 juta orang di dunia.
Dari data tersebut, sebagaimana tertulis pada situs worldometers, sebanyak 99,77 juta orang sudah dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19. Tetapi 2,72 juta jiwa meninggal dunia. Data per Senin (22/3) pukul 07.30 WIB, ada sekitar 21,34 juta orang di dunia yang masih positif Covid-19, lebih dari 90 ribu di antaranya dalam kondisi kritis.
Badan Organisasi Kesehatan (WHO) telah menyatakan bahwa seseorang yang sudah disuntik vaksin memang belum menjamin tidak akan menularkan virus kepada orang lain. Itu sebabnya protokol kesehatan tetap wajib dilakukan oleh siapa pun.
Meski begitu, vaksinasi diyakini bisa mengurangi tingkat keparahan orang yang terinfeksi. Sehingga diharapkan bisa mengurangi beban rumah sakit dan menekan angka kematian.
Penurunan kematian akibat Covid-19 itu telah dirasakan Inggris pasca negara tersebut meluncurkan program vaksinasi. Inggris menjadi negara pertama di dunia yang melakukan vaksinasi Covid-19 sejak 8 Desember 2020.
Data Kementerian Kesehatan Inggris mencatat, sekitar 27,6 juta orang di Inggris, lebih dari setengah populasi orang dewasa, telah menerima vaksin Covid-19, setidaknya satu dosis per Minggu (21/3). Sekitar 2,2 juta orang di antaranya telah mendapatkan kedua dosis vaksin tersebut.
Rilis harian data Covid-19 di Inggris menunjukkan bahwa 33 kematian baru terjadi dalam satu hari Minggu (21/3), angka itu jadi yang terendah sejak Oktober dan turun drastis dari puncaknya ketika lebih dari 1.000 kematian per hari pada Januari dan Februari.
Total kematian selama sepekan mencapai 640 jiwa, turun 37 persen dibandingkan dengan periode tujuh hari sebelumnya. Jumlah infeksi baru juga turun, dengan 5.587 kasus dilaporkan dalam 24 jam terakhir dan total dalam sepekan sebanyak 38.145, turun 4 persen pada tujuh hari sebelumnya, dikutip dari Channel News Asia.
Sejak dimulainya pandemi, total 126.155 orang telah meninggal di Inggris. Jumlah kematian itu jadi yang tertinggi di Eropa dan tertinggi kelima di dunia.
Baca Juga: Kasus COVID-19 Melonjak, Filipina Tutup Gereja Dan Batasi Perjalanan
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mendesak semua warganya untuk menerima vaksin.
Peluncuran vaksin Covid-19 Inggris disebut yang tercepat di antara negara ekonomi besar manapun. Tetapi pemerintah setempat memperingatkan bahwa kemungkinan vaksinasi akan melambat pada bulan depan karena kekurangan pasokan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus