Suara.com - Orang dewasa yang lebih tua dan mulai kehilangan penglihatan serta pendengaran mungkin berisiko lebih tinggi terkena demensia. Hal ini dinyatakan dalam studi dari para peneliti Korea Selatan.
Melansir dari News Scientist, Gihwan Byeon dari Rumah Sakit Universitas Nasional Kangwon di Korea Selatan dan rekan-rekannya mempelajari 6.520 orang berusia 58 hingga 101 selama enam tahun. Pada awal penelitian, mereka meminta setiap orang untuk menilai kemampuan melihat dan mendengar.
Para partisipan juga menjalani tes kognitif setiap dua tahun.
Tim peneliti menemukan bahwa 7,6 persen dari mereka yang melaporkan gangguan penglihatan dan pendengaran menderita demensia pada awal penelitian. Sementara 7,4 persen lainnya mengembangkan demensia dalam enam tahun penelitian.
Hanya 2,4 persen orang dengan gangguan penglihatan atau pendengaran saja yang mengalami demensia pada awal penelitian dan 2,9 persen lainnya mengembangkannya pada akhir penelitian.
Menyesuaikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi demensia, seperti jenis kelamin, pendidikan dan pendapatan, para peneliti memperkirakan bahwa orang dengan gangguan penglihatan dan pendengaran dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan demensia daripada orang dengan hanya satu atau tidak memiliki gangguan.
"Hasilnya sangat menarik, namun temuan ini harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena gangguan pendengaran dan penglihatan dilaporkan sendiri daripada diukur secara langsung," kata Jason Warren dari University College London yang tak terlibat dalam penelitian.
"Kita melihat dan mendengar dengan otak kita dan tanda pertama dari kegagalan otak pada demensia mungkin adalah ketidakmampuan untuk menavigasi lingkungan sensorik yang kompleks dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Neurology.
Baca Juga: Kesepian Terus Menerus di Usia Paruh Baya Tingkatkan Risiko Demensia
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi