Suara.com - Lonjakan kasus Covid-19 membuat sejumlah negara kembali lakukan penguncian wilayah dan berlakukan jam malam. Sementara itu, peluncuran vaksin juga terhambat akibat kurangnya stok juga ketakutan akan efek samping. Update Covid-19 global menunjukkan bahwa India hingga Argentina kembali lakukan penguncian wilayah mulai Sabtu (10/4). Di India, negara bagian Maharashtra yang paling parah terkena dampak Covid-19, dikabarkan telah kehabisan vaksin. Sistem kesehatan di sana juga terbebani akibat penularan yang makin masif.
Mulai Sabtu (10/4) hingga akhir April, sebanyak 125 juta penduduk Maharashtra akan jalani penguncian wilayah di rumah kecuali bepergian urusan penting atau berbelanja makanan juga obat-obatan.
Kementerian Kesehatan India menginformasikan negaranya baru memvaksin 94 juta dari 1,3 miliar penduduknya. Namun, sebagaimana dilaporkan The Times of India bahwa pada Jumat (9/4), negara bagian rata-rata hanya memiliki stok vaksin untuk sekitar lima hari. Jumlah kasus Covid-19 di India kini telah mencapai 13,35 juta, ketiga terbanyak di dunia.
Perintah tinggal di rumah juga akan mulai berlaku untuk delapan juta penduduk Bogota, ibu kota Kolombia yang sedang terjadi gelombang ketiga infeksi.
Di tempat lain di Amerika Selatan, Argentina juga berlakukan jam malam mulai Jumat (9/4) mulai hingga 30 April. Aturan itu berlaku di daerah berisiko tertinggi di negara itu, terutama pusat kota, di mana bar dan restoran akan tutup pada pukul 11 malam.
Baik Argentina dan Kolombia telah mencatat sekitar 2,5 juta kasus virus corona, jumlahnya hanya dilampaui oleh Brasil yang telah mencatatkan jumlah kasus hingga 13,44 juta.
Sementara upaya pemerintah Jerman untuk mengekang pergerakan dan perdagangan telah terhalang oleh beberapa negara bagian yang menolak untuk mengikuti aturan. Pemerintah Berlin kemudian mengubah aturan untuk memusatkan kekuasaan, penyesuaian kemungkinan akan mengantarkan jam malam di malam hari dan beberapa penutupan sekolah di daerah yang terkena dampak paling parah.
Meski begitu, beberapa negara juga tengah bersiap untuk membuka penguncian wilayah meski statistik penularan masih tinggi. Italia yang telah memiliki 3,7 juta kasus, akan mengakhiri penguncian mulai minggu depan untuk kota Lombardy dan beberapa wilayah lain.
Negara tetangga, Slovenia juga mengumumkan akan melonggarkan pembatasan wilayah dan menangguhkan jam malam yang sudah dilakukan selama enam bulan terakhir.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Kasus Harian India Pecah Rekor Lagi, Capai 100 Ribu
Dikutip dari worldometers.info, per Minggu (11/4) pukul 08.45 WIB, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 135,99 juta. Dengan 109,35 juta di antaranya telah sembuh, namun 2,93 juta jiwa lainnya meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan