Suara.com - Direktur Pusat Pengendalian Penyakit China (CDC China) pada hari Minggu membantah klaim oleh beberapa outlet media dan pengguna platform media sosial luar negeri bahwa direktur "mengakui" vaksin Covid-19 China memiliki tingkat perlindungan yang rendah.
Ia mengatakan bahwa hal itu adalah a kesalahpahaman total. "
Dilansir dari Globa Times, Gao Fu, kepala CDC China, mengatakan ketika para ilmuwan di seluruh dunia membahas kemanjuran vaksin, dia menawarkan sebuah visi ilmiah.
Ia mengatakan bahwa untuk meningkatkan kemanjuran, penyesuaian prosedur vaksinasi dan inokulasi berurutan dengan jenis vaksin yang berbeda mungkin bisa menjadi pilihan.
"Tingkat perlindungan semua vaksin di dunia terkadang tinggi, dan terkadang rendah. Bagaimana meningkatkan kemanjurannya merupakan pertanyaan yang perlu dipertimbangkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia," kata Gao.
"Dalam hal ini, saya menyarankan agar kita dapat mempertimbangkan untuk menyesuaikan proses vaksinasi, seperti jumlah dosis dan interval dan mengadopsi vaksinasi berurutan dengan berbagai jenis vaksin."
Gao menekankan, karena ini adalah pertama kalinya manusia menemukan Covid-19, ada banyak masalah ilmiah yang harus dipelajari terkait vaksinasi.
"Ini juga pertama kalinya manusia divaksinasi dengan vaksin novel coronavirus. Semua prosedur vaksinasi yang kami adopsi sejauh ini didasarkan pada ekstrapolasi inokulasi vaksin virus lain sebelumnya, dan ekstrapolasi itu telah bekerja dengan cukup baik," kata Gao.
"Namun ke depan, jika perlu melakukan perbaikan, kami dapat melakukan penyesuaian berdasarkan karakteristik virus corona baru dan situasi vaksinasi."
Baca Juga: WHO: Ada Ketimpangan Vaksinasi antara Negara Miskin dan Kaya
"Jika kita mengikuti cara tradisional mengembangkan vaksin, kita tidak akan memiliki vaksin dalam setahun. Tetapi para ilmuwan di seluruh dunia mengembangkan vaksin Covid-19 dalam beberapa bulan, yang merupakan pertama kalinya dalam sejarah dunia. Ada banyak pertanyaan ilmiah yang perlu dijawab, "kata Gao.
Persyaratan WHO untuk kemanjuran vaksin Covid-19 adalah 50 persen atau lebih, dan ambang batas kualifikasi untuk sebagian besar vaksin di dunia untuk dipasarkan adalah sekitar 70 persen atau lebih. China telah menerbitkan pedoman edisi pertama tentang vaksinasi Covid-19.
"ini adalah pendekatan terbaik saat ini," kata Gao.
Gao mengimbau orang untuk mendapatkan suntikan karena manfaat vaksinasi jauh lebih besar daripada risikonya. "Vaksin harus digunakan secara adil dan dunia harus berbagi vaksin. Jika dunia tidak berbagi vaksin, virus akan menyebar ke dunia," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia