Suara.com - Indonesia kembali memiliki inovasi tes diagnostik COVID-19 yaitu RT LAMP Saliva yang bekerja menggunakan sampel air liur.
Dikutip dari Antara, Selasa (13/4), Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia perlu mencari cara untuk bisa meningkatkan testing bagi 270 juta penduduk indonesia yang tersebar di berbagai pulau.
Maka dari itu, RT LAMP Saliva diklaim bisa menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat upaya testing tersebut.
Alat ini juga dianggap memiliki keunggulan yaitu nyaman dan praktis digunakan, memiliki akurasi tinggi, hasil yang cepat diperoleh, dan lebih ekonomis.
RT LAMP Saliva merupakan hasil pengembangan dalam negeri unit riset dan pengembangan PT Kalbe Farma yaitu Stem CelI and Cancer Institute (SCI) dan telah melalui uji performa analitik dan klinis di dalam negeri.
Alat tersebut diklaim memiliki sensitivitas 94 persen dan spesifitas 98 persen, dengan hasil dapat diperoleh dalam kurun sekitar 1,5 jam.
IVD Division Research Manager di Stem Cell and Cancer Institute PT Kalbe Farma Tbk, Akterono Dwi Budiyati mengatakan, dalam pengujian untuk deteksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dengan gold standar berbasis RT-PCR, salah satu tantangannya adalah pada saat pengambilan sampel yang tidak nyaman yakni swab pada nasofaring.
Selain itu, metode tes usap juga dianggap memiliki risiko penularan pada tenaga kesehatan saat pengambilan sampel.
Pengerjaan tes dengan RT-PCR juga cukup panjang dan kompleks yang membutuhkan laboratorium dan mesin khusus, serta durasi tes bisa sekitar 2-3 hari dan harga yang dibanderol untuk tes itu relatif mahal.
Baca Juga: Salat Tarawih di Masjid Raya Medan, Masih Ada Jemaah Tak Pakai Masker
Sementara, lanjutnya, pengambilan saliva bersifat non invasif sehingga nyaman, dan secara ilmiah saliva bersifat stabil sehingga hanya memerlukan tabung steril untuk penyimpanan dan pengiriman spesimen.
Kemudian, karena pengambilan spesimen air liur dilakukan mandiri dengan "membuang" ludah pada tabung steril maka risiko penularan menjadi minimal.
Di negara lain, tes saliva juga telah menjadi pilihan sebagai sumber spesimen yang diperlukan dalam tes deteksi SARS-CoV-2, salah satunya di Amerika Serikat melalui persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan setempat.
Akterono Dwi Budiyati menambahkan, teknologi RT LAMP juga telah digunakan di berbagai belahan dunia sebagai metode deteksi pada kasus infeksi lainnya seperti virus penyebab MERS-1, malaria dan TBC.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Trump Tetapkan Tarif Baru 10 Persen Usai Kesepakatan RI-AS, Indonesia Rugi?
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi