Suara.com - Beberapa orang mengatakan bahwa mereka merasakan kesemutan di lengan setelah suntik vaksin Covid-19. Namun para ahli menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
"Kesemutan di jari atau paresthesia, dapat terjadi karena berbagai alasan," kata Dr. Sachin Nagrani M.D., direktur medis perusahaan perawatan kesehatan Heal seperti yang dikutip dari Bustle.
Melansir dari Bustle, paresthesia adalah perasaan aneh di kulit Anda termasuk perasaan tertusuk, menggigil, atau terbakar yang tampaknya tidak memiliki penyebab fisik apapun. "Reaksi sistem saraf terhadap suntikan atau jarum itu sendiri dapat menyebabkan pingsan atau paresthesia untuk sementara waktu setelah vaksin diberikan, ini seharusnya dapat diatasi dengan cepat," imbuhnya.
"Jari kesemutan bukanlah efek samping yang paling banyak dilaporkan setelah menerima vaksin Covid-19," kata Dr. Robert Quigley M.D., direktur medis global di perusahaan mitigasi risiko medis dan keamanan International SOS, kepada Bustle.
Jika Anda takut pada jarum suntik atau pengalaman vaksinasi meningkatkan kecemasan, kondisi tersebut mungkin tingkatkan risiko kesemutan.
"Kecemasan dapat menyebabkan kesemutan pada jari karena nafas yang cepat," kata Dr. Nagrani. Saat Anda bernapas dengan cepat, Anda mungkin mengalami sesuatu yang disebut hiperventilasi, yaitu saat Anda mengeluarkan terlalu banyak karbon dioksida atau CO2.
Hiperventilasi cenderung menyebabkan kesemutan pada ekstremitas Anda karena pembuluh darah Anda menyempit, sehingga darah tidak dapat mencapai jari tangan atau kaki.
Jika kesemutan berlanjut selama lebih dari dua atau tiga hari, kemungkinan penyebabnya adalah suntikan vaksin.
"Meskipun sangat jarang, suntikan terlalu dalam ke otot dapat menyebabkan cedera pada saraf yang memberikan sensasi pada ujung jari," kata Dr. Quigley. Kondisi ini bisa menyebabkan semacam trauma saraf atau pembekuan darah di otot di sekitar saraf.
Baca Juga: Aburizal Bakrie Disuntik Vaksin Nusantara, Tunggakan Insentif Nakes Cair
Dokter Nagrani mengatakan bahwa meskipun Anda merasakan sensasi aneh di jari Anda setelah vaksin Covid-19, kemungkinan kondisi hanya terjadi sementara dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan di masa depan.
"Tidak ada bukti peningkatan risiko kondisi neurologis dari vaksin Covid-19 pada saat ini, dan jutaan orang telah menerimanya sejauh ini yang menunjukkan keamanannya," kata dokter Nagrani.
Kesemutan sendiri tidak dianggap sebagai masalah, tetapi jika Anda mulai mengalami gejala lain yang dapat menunjukkan reaksi alergi seperti gatal-gatal, bengkak di wajah atau mulut, atau masalah pernapasan, segera hubungi pihak medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?