Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 di Indonesia, dengan target 1 juta penyuntikkan per hari pada Juli 2021.
Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan hingga pertengahan April 2021, vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 16 juta dosis suntikan.
"Dua minggu yang lalu Indonesia telah mencapai 10 juta dosis suntikan. Namun hingga kemarin (jangka waktu 2 minggu) vaksinasi telah mencapai 16 juta dosis suntikan," ujar Menkes Budi dalam webinar bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Minggu, (18/4/2021).
Melihat hasil ini, Menkes Budi mengaku merasa bangga, lantaran hal ini menunjukkan Indonesia termasuk negara dengan tingkat vaksinasi tercepat dan terbanyak, di antara semua negara yang belum mampu memproduksi vaksinnya sendiri.
"Pembelian vaksin ini memang menjadi rebutan di negara negara yang tidak memproduksinya dikarenakan lonjakan kasus di India," terang Menkes Budi.
Mengingat kini Indonesia mengandalkan India, China, dan Rusia untuk mengimpor vaksin Covid-19. Namun sayangnya India sedang memprioritaskan untuk warganya karena lonjakan kasus Covid-19 yang mencapai 1 juta infeksi baru dalam waktu seminggu.
Sedangkan vaksin Covid-19 Sinovac asal China, menjadi andalan vaksinasi di Indonesia, apalagi proses pengirimannya terbilang lancar. Seperti hari ini Indonesia kembali menerima 6 juta dosis vaksin Sinovac.
"Kementerian Kesehatan diamanahkan untuk melakukan vaksinasi 100 persen, dari total populasi 18 tahun keatas yaitu total 181,5 juta rakyat Indonesia yang berusia diatas 18 tahun," pungkas Menkes Budi.
Baca Juga: Menkes Ingatkan Pemda Prioritaskan Vaksinasi Lansia Jelang Lebaran
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital