Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyerahkan santunan kematian secara langsung kepada 11 keluarga tenaga kesehatan DKI Jakarta yang meninggal dunia selama pandemi Covid-19.
Penyerahan santunan ini merupakan bentuk simbolis dari bantuan kepada keluarga 63 nakes yang meninggal dunia selama pandemi Covid 2021.
Menkes Budi menyampaikan, selama tahun 2020, Kemenkes telah memberikan santunan kematian kepada 196 ahli waris nakes yang meninggal dunia.
"Sedangkan untuk tahun anggaran 2021 ini, kami serahkan kepada para ahli waris sebanyak 63 orang. Khususnya hari ini secara langsung akan kita sampaikan pada 11 orang ahli waris dari tenaga kesehatan yang telah berjuang dan gugur menangani Covid-19 di provinsi DKI," jelas Budi dalam sambutannya secara virtual, Senin (19/4/2021).
Dari sebelas nakes yang disebutkan Menkes Budi, satu di antaranya seorang dokter yakni dokter spesialis anestesiologi di Rumah Sakit Qadr, Tangerang, yaitu mendiang dr. Kusuma Harimin, Sp.AN.
Menkes Budi mengatakan, santunan kematian tersebut merupakan bentuk terima kasih pemerintah kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Saya merasa yang terbaik bisa kita lakukan adalah meneruskan pengabdian para almarhum. Bisa meneruskan cita-cita dan semangat para almarhum dengan bekerja keras, terus hati-hati menjalankan protokol kesehatan untuk mengalahkan pandemi ini," ucapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kirana Pritasari menyampaikan pemberian santunan kematian dilakukan berdasarkan usulan yang disampaikan melalui organisasi profesi, fasilitas layanan kesehatan, institusi kesehatan, masyarakat, maupun melalui media sosial.
Selanjutnya, setiap santunan kematian nakes akan diurus berdasarkan provinsi. Kirana menyampaikan, dalam data Kemenkes, provinsi yang paling banyak melaporkan kematian nakes akibat Covid-19 adalah Jawa Timur.
Baca Juga: Viral Wanita Hina Nakes: Perawat Sombong, Muka Kayak Tong Sampah
"Terhitung 18 April 2021, usulan santunan yang masuk melalui aplkikasi sebanyak 129 usulan. Terdiri dari tenaga kesehatan yang gugur tahun 2021 sebanyak 72 orang dan yang gugur di 2020 sebanyak 57 orang."
"Provinsi yang paling banyak melaporkan tenaga kesehatan meninggal akibat covid-19 adalah Jawa timur 37 orang, Jawa Tengah 34 orang, dan provinsi DKI sebanyak 20 orang," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI