Suara.com - Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dan serius. Orang dengan kanker stadium lanjut mungkin melihat pembengkakan di wajah atau leher.
Menurut Cancer Research UK, ini disebut obstruksi vena cava superior (SVCO). Seperti yang dijelaskan Macmillan UK, vena cava superior (SVC) adalah vena besar di tengah dada.
Ini membawa darah dari tubuh bagian atas ke jantung. Jika kanker menekan SVC, itu dapat menghalangi aliran darah di sepanjang vena ini.
"SVCO biasanya disebabkan oleh kanker paru-paru di dekat pembuluh darah ini dan lebih jarang jenis kanker lainnya," demikian menurut Macmillan UK.
Badan itu melanjutkan bahwa, SVCO membutuhkan perhatian medis segera. Gejala berkurang dengan oksigen dan obat yang berbeda, kata badan amal itu.
Seorang yang mengalmainya mungkin diberi steroid untuk mengurangi pembengkakan. Perawatan akan tergantung pada situasi.
Dokter mungkin menggunakan radioterapi untuk mengecilkan kanker atau memberi Anda kemoterapi. Mereka mungkin memasang selang kecil (stent) ke dalam vena agar tetap terbuka.
Seperti yang dijelaskan Roy Castle Lung Cancer Foundation (RCLCF), banyak orang akan mengira wajah bengkak adalah tanda reaksi alergi.
"Namun, pembengkakan pada wajah bisa disebabkan oleh obstruksi vena cava superior, yang biasanya disebabkan oleh kanker paru-paru," jelas badan kesehatan tersebut.
Baca Juga: Peneliti Sebut Vaksinasi COVID-19 Pada Pasien Kanker Tak Efektif
Vena kava superior adalah vena besar di dada - membawa darah dari bagian atas tubuh ke jantung.
Menurut RCLCF, obstruksi vena kava superior terjadi ketika ada sesuatu yang menghentikan aliran darah.
Gejala SVCO lainnya mungkin termasuk:
- Perasaan penuh di wajah saat membungkuk
- Sesak napas
- Sakit kepala
- Pembengkakan di tangan, dan pembuluh darah di dada seseorang
- Merasa pusing
- Perubahan penglihatan seseorang.
Menurut NHS, Anda harus menemui dokter umum jika Anda memiliki gejala kanker paru-paru, seperti sesak napas atau batuk terus-menerus.
Seperti yang dijelaskan oleh badan kesehatan, dokter umum akan menanyakan tentang kesehatan Anda secara umum dan gejala Anda.
"Mereka mungkin memeriksa Anda dan meminta Anda bernapas ke dalam alat yang disebut spirometer, yang mengukur berapa banyak udara yang Anda hirup dan hembuskan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance