Suara.com - India terus melaporkan penambahan kasus Covid-19 secara signfikan. Bahkan, seperti dilansir dari Aljazeera, sejumlah rumah sakit di Delhi kehabisan tabung oksigen.
Beberapa rumah sakit di ibu kota India, New Delhi, kehabisan oksigen, membahayakan nyawa, kata wakil menteri kepala kota Manish Sisodia, karena kota itu berada dalam cengkeraman infeksi virus korona.
Hingga saat ini India telah melaporkan rekor global lebih dari 314.000 infeksi baru pada hari Kamis.
Sementara gelombang kedua yang brutal dari kasus virus corona membuat lebih banyak orang yang sakit ke dalam sistem perawatan kesehatan yang rapuh, beberapa kekurangan tempat tidur rumah sakit dan oksigen medis.
Infeksi yang ditambahkan dalam 24 jam terakhir, sebagian besar dikaitkan varian mutan ganda, meningkatkan total 15,9 juta kasus India sejak pandemi dimulai.
“Setelah beberapa waktu, menyelamatkan nyawa akan sulit,” kata Sisodia dalam pidato yang disiarkan televisi.
Obat-obatan yang memprihatinkan dan kekurangan oksigen saat India memerangi gelombang Covid-19 baru yang ganas sayangnya justru menjadi celah bagi yang mencari keuntungah di tengah krisis.
Ketika Poonam Sinha berjuang untuk hidupnya, putranya yang putus asa mendapati dirinya menangkis pemasar gelap untuk obat-obatan virus corona setelah rumah sakit India yang merawatnya kehabisan persediaan.
Di kota timur Patna, Pranay Punj berlari dari satu apotek ke apotek lain dalam pencarian obat antiviral remdesivir untuk ibunya yang sakit parah.
Baca Juga: Gaji Cair, Pengangkut Jenazah Covid-19 di Cikadut Berhenti Mogok
Dia akhirnya menemukan seorang apoteker yang mengatakan bahwa obat tersebut hanya dapat ditemukan di pasar gelap, dan menawarkan sumbernya dengan harga Rp 19 juta, lebih dari 30 kali lipat harga biasanya dan tiga kali gaji bulanan rata-rata untuk orang India. pekerja kantoran.
Terlepas dari status India sebagai "apotek dunia", produsen obat generik terbesar tidak dapat memenuhi permintaan obat antivirus seperti remdesivir dan favipiravir.
Di kota utara Lucknow, Ahmed Abbas dikenai biaya 45.000 rupee untuk tabung oksigen 46 liter, sembilan kali lipat harga normalnya.
"Mereka meminta saya untuk membayar di muka dan mengambilnya (diambil) dari mereka keesokan harinya," kata pria berusia 34 tahun itu kepada kantor berita AFP.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru