Suara.com - Youtuber Atta Halilintar mengabarkan bahwa dirinya positif virus corona. Pria berusia 26 tahun itu terus memberikan kabar lewat postingan akun Instagram.
Lewat Instagram Story pada Kamis (22/04/2021), ia mengatakan bahwa CT Value miliknya berada di angka 30 an dan tidak mengalami gejala. "Hari ini CT ku 30 an dan aku tanpa gejala... Semoga cepet sembuh ga turun CT-nya," tulis suami Aurel Hermansyah ini.
Nilai CT atau CT Value adalah jumlah siklus yang dibutuhkan untuk menghasilkan sinyal floresen berdasarkan nilai ambangnya (treshold).
Jika sinyal floresen terdeteksi berdasarkan nilai treshold, artinya ada target asam nukleat atau materi genetik yang cukup untuk dinyatakan positif virus corona Covid-19.
Sehingga, CT Value dimengerti sebagai penunjuk banyak atau tidaknya jumlah virus yang ada di dalam tubuh. Semakin tinggi angkanya, biasanya semakin sedikit jumlah virus di tubuh seseorang.
Dikutip dari India Today, semua pasien dengan CT Value sama dengan atau kurang dari 35 dapat dianggap positif, sedangkan mereka dengan CT Value lebih besar dari 35 dapat dianggap negatif.
Sedangkan pada instruksi kit RT-PCR dari WHO, nilai CT lebih dari 40 bisa dianggap negatif. Sedangkan, nilai CT kurang dari 37 adalah positif.
Pada sebuah penelitian tentang penularan virus corona Covid-19, terdapat perbandingan antara CT Value dengan kultur virus yang menemukan bahwa virus dari sampel dengan nilai CT lebih dari 34 tidak menimbulkan infeksi.
Nilai inilah yang menjadi acuan beberapa dokter untuk menentukan tingkat kemungkinan penularan penyakit dan perlu tidaknya untuk isolasi.
Baca Juga: Update 23 April: RS Darurat Wisma Atlet Rawat 1.579 Pasien Positif Covid-19
Namun demikian, menurut Dr Jameel, Dr Shahid Jameel, Ahli Virologi dan Direktur di Trivedi School of Biosciences, Ashoka University, CT Value memang memberi tahu apakah orang tersebut positif Covid-19 atau tidak lebih akurat dan menunjukkan siapa yang lebih menular, akan tetapi tingkat keparahan penyakit tidak memiliki korelasi langsung dengan konsentrasi virus, dan tidak dapat dinilai hanya dari CT Value.
Mengutip dari Fit, ia mengatakan bahwa secara umum terlihat bahwa untuk kasus-kasus di mana penyakitnya serius, konsentrasi virus juga lebih tinggi. Namun, ada juga kasus di mana konsentrasi virus lebih banyak tetapi penyakitnya tidak serius.
Jadi, memiliki CT Value yang tinggi tidak berarti pasien dapat berhenti mengikuti tindakan pencegahan keamanan untuk Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!